|
Nasional
UNHCR di Aceh Akan Tutup Kantor
Sabtu, 19 Maret 2005 | 01:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perwakilan United Nations High Commisioner for Refugee di Aceh membenarkan adanya proses penutupan kantor badan PBB tersebut di Aceh. "Kami bukan mau keluar dari Aceh. Tapi, kami hanya sedang dalam proses menutup kantor," ujar penanggung jawab misi di Aceh Greg Garras kepada Tempo, Jumat (18/3). Greg menolak menjelaskan lebih lanjut alasan kepindahan mereka dari Aceh. "Silakan tanya ke UNHCR Jakarta".
Juru bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa beberapa waktu lalu mengatakan adanya rasionalisasi sejumlah lembaga asing yang saat ini membantu di Aceh. Dia menyebut contoh UNHCR, di mana dalam konteks bencana, di Aceh tidak ada pengungsi katagori gejolak politik. Jadi, masalah penduduk di Aceh tidak masuk dalam kategori wewenang UNHCR.
Menurut sumber di Departemen Luar Negeri, sebelumnya UNHCR sudah mengetahui dan diminta untuk tidak menggunakan bendera UNHCR. "Kami minta mereka kalau mau beraktifitas menggunakan bendera PBB. Mereka di bawah PBB juga," ujar sumber itu.
Kasus pengungsi Aceh berbeda dengan gelombang pengungsi warga Timor Timur ke Atambua, Nusa Tenggara Timur pada 1999 lalu. Keberadaan UNHCR di Aceh, sejak awal memang tidak bisa ditolak.
Yophiandi-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|