Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Usman Hamid : Intelejen Terlibat Pembunuhan Munir
Kamis, 17 Maret 2005 | 19:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komponen lembaga swadaya masyarakat (LSM) ditubuh Tim Pencari Fakta (TPF) Munir mendesak agar menyelidiki keterlibatan intelejen dalam kasus kematian pejuang hak asasi manusia (HAM) Munir. Mereka menuntut agar TPF Munir mencari kebenaran atas informasi tersebut.

Usman Hamid, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Anti Kekerasan (Kontras) mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi dari sumber yang dirahasiakan mengenai dugaan keterlibatan aparat intelejen.
"Informasi itu terlalu penting diabaikan namun terlalu bahaya untuk dipercayai,”"katanya dalam konferensi pers di Jakarta Kamis (17/3).

Menurut Usman, informasi mengenai keterlibatan aparat intelejen penting karena bisa menjadi petunjuk investigasi bagi kasus kematian Munir 7 September lalu. Namun bila dipercaya tanpa dicek kebenarannya bisa menyesatkan sebab disampaikan pihak-pihak yang dirahasiakan identitasnya untuk tujuan yang tidak diketahui.

Rachland Nasidik, Direktur Eksekutif Indonesia Human Rights Monitor (Imparsial) menambahkan bukti-bukti dan informasi keterlibatan aparat intelejen itu harus didalami TPF Munir. Tim itu mempunyai dukungan dan otoritas dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun dia belum mau membuka indikasi keterlibatan aparat intelejen tersebut.

Rachland membantah kalau terjadi perpecahan di tubuh TPF Munir dengan adanya desakan itu. "Kami sudah bicara dengan ketua TPF mengenai masalah ini,"katanya. Kenapa ini dilakukan, menurutnya karena menganggap hal ini penting dan sangat mendesak untuk dilakukan tim tersebut.

TPF Munir, menurut Rachland, sudah mengagendakan untuk bertemu dengan jajaran pimpinan BIN. Tim penyelidikan itu bahkan sudah melayangkan surat permohonan untuk bertemu Rabu pekan depan.

Selain mendesak mengusut keterlibatan aparat intelejen, Rachland juga meminta agar komponen masyarakat yang memiliki informasi atau bukti-bukti tambahan mengenai kasus Munir untuk diserahkan kepada tim tersebut. Ia menambahkan Presiden SBY memberikan jaminan keselamatan pihak yang memberikan informasi dan bukti-bukti atas kasus ini. "Identitasnya betu-betul dirahasiakan,"
katanya.

Kepala BIN Syamsir Siregar membantah jika lembaga yang dipimpinnya terlibat dalam kasus pembunuhan pendiri Imparsial tersebut. "Sampai saat ini belum ada bukti keterlibatan BIN soal Munir,"ujarnya. Munir meninggal dalam pesawat GA 974 jalu penerbangan Jakarta- Amsterdam. Karena racun arsenik dalam tubuhnya.

Edy Can

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (tengah) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) pada rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318]. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) berbincang-bincang dengan Izaac Latuconsina sebelum memulai Rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Teroris di Gedung DPR/MPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].
Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
AM Hendropriyono dan Izaac Latuconsina

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Saling Protes Pengacara Pollycarpus dan Ketua TPF
Pihak Keluarga Pesimis Kasus Pembunuhan Munir Terungkap
BIN Belum Petakan Daerah Rawan Konflik Saat Pilkadal
BIN Proses Anggota yang Terlibat Pembunuhan Munir
Kepala BIN Diberondong Pertanyaan di DPR
Hari Ini, Pollycarpus Diperiksa untuk BAP
Dari Saksi Pollycarpus Jadi Tersangka?
Pollycarpus Sakit, Tak Penuhi Panggilan Polisi
Jusuf Kalla: TPF akan Diberi Akses Penyelidikan
Siapa 'Menggunakan' Garuda Membunuh Munir?
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
UU RI No. 16 Thn. 2003 tentang Penanganan Bom Bali
Kepres RI No. 22 Thn.2003 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
Badan Intelijen Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data