Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jalan 200 KM Menentang Kenaikan BBM
Kamis, 17 Maret 2005 | 14:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Enam mahasiswa asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, dari beberapa perguruan tinggi di Manado menggelar aksi unjuk rasa atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Aksi ini tergolong unik, yakni berjalan kaki dari Manado ke Kotamobagu yang berjarak sekitar 200 km atau –sekitar tiga setengah jam perjalanan berkendaraan. "Kami akan mulai perjalanan dari Asrama Bogani (di Kota Manado) jam 3 sore (Kamis, 17/3) ini,"kata Supardi Bado, yang menjadi koordinator aksi ini.

Supardi bersama rekan-rekannya, yakni Musrifan Paputungan, Ronald Limbanon, Susanto Mamonto, Taufik Gumalangit, dan Sumantri Paputungan, diperkirakan akan sampai di Kotamobagu pada Senin (21/3). Mereka juga tidak didukung bantuan medis dalam aksi jalan kaki ini. "Kami cukup membawa makanan dan keperluan secukupnya. Istirahat pun secukupnya untuk memulihkan tenaga saja,"kata Supardi.

Di perjalanan nanti, keenam mahasiswa yang menamakan diri Bogani Junior Team ini akan mengumpulkan tanda tangan dari penduduk desa yang dilewati, yang berisi pernyataan menolak kenaikan BBM. Mereka sendiri membawa spanduk dan poster yang bertulis penolakan kenaikan BBM.

Di Kotamobagu, mereka akan disambut sejumlah mahasiswa untuk melanjutkan aksi unjuk rasa ke DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, yang isinya juga soal penolakan kenaikan BBM ini. "Kami merasakan dampak dari kenaikan BBM. Demikian juga masyarakat luas. Perjalanan inilah adalah ajakan untuk turun bersama menentang kenaikan BBM,"kata Supardi.

Supardi rekan-rekannya akan melanjutkan aksi dengan mogok makan bila aksi berjalan kaki sejauh sekitar 200 km ini tidak mendapat perhatian pemerintah.

Ahmad Alheid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke sedang mengisi solar ke dalam kapal yang akan dipakai berlayar, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010902-122 Pembeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134 Muara Angke, Jakarta, 22 Mei 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.;32D/347/2001; 20010621].
Nelayan Mengisi BBM Solar ke Kapal
Pompa Bensin Muara Angke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Depot Pertamina Solo Disegel Mahasiswa
Harga Minyak di Jambi Rp 2.500/liter
Minyak Tanah Langka di Yogyakarta
Agung Laksono Bertele-tele Sidang Ricuh Lagi
PDIP Akan Hukum Anggotanya yang Setuju Kenaikan BBM
Fraksi PDIP Mengancam Beri Mosi Tak Percaya kepada Ketua DPR
PPP Tetap Menolak BBM Naik
Rapat Paripurna BBM Dilanjutkan Siang Ini
Sidang Paripurna DPR Tidak Hasilkan Keputusan
5 Anggota DPR Ajukan Judicial Review Kenaikan BBM
> selengkapnya...


Referensi

Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Departemen Pendidikan Nasional
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2
Hanya Enam Parpol di Malang yang Penuhi Kuota Perempuan
Tiket Kereta Bojonegoro-Jakarta Ludes Terjual

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data