Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mahasiswa Indonesia di Malaysia Somasi Duta Besar
Rabu, 16 Maret 2005 | 21:50 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Persatuan Pelajar Indonesia Se--Malaysia (PPI Se-Malaysia) mengajukan somasi atas Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, KPH Rusdihardjo. Surat yang ditandatangani kemarin (16/3) itu, juga akan ditembuskan ke pimpinan DPR RI, Departemen Luar Negeri, Kabid Politik KBRI dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI.

Surat somasi PPI Se- Malaysia ini merupakan respon atas pernyataan Dubes Rusdihardjo waktu menerima organisasi pemuda Malaysia, Barisan Nasional beberapa hari lalu. Ketika itu, Rusdihardjo meminta maaf atas pembakaran bendera dalam berbagai aksi unjuk rasa di tanah air terkait sengketa Indonesia-Malaysia di Ambalat.

PPI sangat menyesalkan pernyataan Rusdihardjo di berbagai media Malaysia yang menyebut para demonstran sebagai "orang yang lapar, orang yang marah dan orang yang waras tidak akan membakar bendera negara lain" . Menurut Sekretaris Umum PPI Se-Malaysia, Misbahul Munir, pernyataan ini "sangat melukai hati dan menghina harga diri rakyat dan bangsa Indonesia," katanya.

Menurut Misbahul, PPI Se-Malaysia menuntut klarifikasi sejelas-jelasnya atas pernyataan Dubes di media cetak dan elektronik Malaysia itu, juga atas permohonan maafnya yang mengatasnamakan warga Indonesia. PPI Se-Malaysia juga meminta Dubes untuk memohon maaf secara tertulis kepada seluruh rakyat Indonesia.

Selanjutnya, Misbahul menghimbau Dubes RI untuk lebih diplomatis dan bijaksana, serta tetap mengedepankan nasionalisme dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan kenegaraan. "Somasi tersebut agar menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan pernyataan-pernyataan yang mengatasnamakan bangsa Indonesia," katanya.

Taufik H Salengke

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pelajar Mahasiswa Indonesia di Malaysia Somasi Rusdihardjo
Reka Ulang Penembakan TKI di Malaysia Hari Ini
Deplu Bela Dubes Rusdihardjo
Hatta Radjasa : Perkuat Armada dan Patroli di Selat Malaka
Gus Dur Tampung TKI Illegal
Indonesia Bangun 25 Mercusuar
Panggil Pulang Rusdihardjo
Unjuk Rasa Anti Malaysia Berbuntut Sweeping
Polisi Malaysia Rekonstruksi Kasus Penembakan TKI
Libya Harapkan Kasus Ambalat Diselesaikan dengan Persaudaraan
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [8]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data