Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Farid Faqih Akui Ambil Barang TNI
Rabu, 16 Maret 2005 | 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Farid Faqih mengakui mengambil barang bantuan milik TNI yang baru datang dari
pesawat di Lanud Sultan Iskandandar Muda, Aceh. Pernyataan itu disampaikan Faid, koordinator
LSM Gowa dalam persidangan di Pengadilan Militer Banda Aceh, Rabu (16/3). Dalam sidang ini,
Kapten Syuib Mahmud dijadikan terdakwa yang melakukan pemukulan terhadap Farid pada 26
Januari 2005.

Menurut Farid, tindakan itu dilakukan karena sering melihat banyak bantuan di lapangan
udara yang terlantar. "Sebelumnya tidak ada masalah," katanya. Pada 26 Januari, dia
melihat ada bantuan berlogo kesehatan yang baru datang. Saat itu, dia berinisiatif
mengamankan agar tidak terlantar. Tanpa berkoordinasi dengan siapapun, dia memerintahkan
Leo (staf LSM Param) membawa barang tersebut ke gudang dekat radar lapangan terbang
Blang Bintang. Barang itu kemudian diangkut dengan menggunakkan truk milik relawan Front
Pembela Islam (FPI).

Ternyata barang itu milik kesehatan TNI yang berada di bawah tanggung jawab Kapten
Syuib. Polisi Militer TNI AU yang menerima laporan kehilangan barang dari Syuib, memeriksa
dan menahan Farid. Sempat terjadi dialog, namun Farid mengaku tidak mengingat lagi isinya,
dan tiba-tiba terjadi pemukulan terhadap dirinya. Pemukulan itu membuat Farid dirawat
di Medan. Saat ini, Farid berstatus tersangka pencurian barang-barang milik TNI.

Siang hari, sidang ditunda selama 50 menit. Kepada wartawan Farid mengatakan kasus ini
adalah kesalahpahaman antara dirinya dengan Kapten Syuib. Farid mengharapkan masalah ini
bisa diselesaikan dengan damai.

Adi Warsidi-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

50 Persen Dana Aceh Untuk Infrastruktur
Berkas Farid Faqih Lengkap
Sertifikat Tanah dari Aceh dibawa ke Jakarta
Sri Mulyani: Dana Rehabilitas Aceh Sekitar Rp 25 Triliun
Pemerintah Melakukan Pendataan Relawan di Aceh
Runner Up Amerika Idol Hibur Pengungsi di Aceh
Menlu Ceko Kunjungi Pengungsi di Aceh
Nelayan Tak Kunjung Peroleh Perahu yang Dijanjikan
ADB Bantu US $600 Juta untuk Korban Tsunami
Pesantren Inshafuddin Aceh Mendapat Alat Penyaring Air
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data