Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panggil Pulang Rusdihardjo
Selasa, 15 Maret 2005 | 20:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Soeripto, anggota Fraksi Keadilan Sejahtera DPR mengecam permintaan maaf Duta Besar Indonesia di Malaysia, Rusdihardjo, terhadap pemerintah Malaysia merupakan suatu hal yang tidak perlu dilakukan.

Menurut anggota Komisi I DPR ini, permintaan maaf tersebut menandakan bahwa duta besar tidak memahami aspirasi yang berkembang di tanah air. "Sikap tersebut menandakan tidak memahami aspirasi nasionalisme yang ada, hal ini mesti dipertanggungjawabkan. Saya akan mengajukan usul agar DPR mempertanyakan sikap dubes tersebut,"ujarnya.

Soeripto meminta Menteri Luar Negeri menegur Dubes Rusdihardjo. "Kalau bisa dubes tersebut harus segera dipanggil,"katanya. Menurut Soeripto aksi-aksi demonstrasi serta pembakaran bendera Malaysia merupakan hal yang tidak perlu dilakukan. "Aksi-aksi demonstrasi seharusnya tidak perlu radikal,"ujarnya.

Di tempat terpisah Djoko Susilo, anggota fraksi PAN memandang wajar rakyat Indonesia melakukan aksi demonstrasi karena konflik Indonesia Malaysia dalam kasus Ambalat menyentuh rasa nasionalisme warga negara Indonesia."Seharusnya masyarakat Malaysia mampu memahami ini,"katanya. Aksi demonstrasi itu, menurut Djoko, merupakan bentuk spontanistas masyarakat. Sedangkan protes dari kelompok Pemuda Malaysia merupakan sebuah bentuk protes dari kepanjangan kepentingan pemerintah Malaysia."Malaysia tidak mengenal demokrasi seperti halnya Indonesia,"ujarnya.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Unjuk Rasa Anti Malaysia Berbuntut Sweeping
Polisi Malaysia Rekonstruksi Kasus Penembakan TKI
Libya Harapkan Kasus Ambalat Diselesaikan dengan Persaudaraan
PM Badawi: Malaysia Tidak Mempunyai Niat Perang
Deplu Lambat Tangani Penembakan TKI
Pemuda Barisan Nasional Malaysia Protes Jakarta
Posko Gayang Malaysia Dikerubuti Relawan
Rekonstruksi Penembakan Empat TKI Dilakukan Hari Ini
Masih Ada 10 Pulau Potensi Konflik
Relawan Ganyang Malaysia Dilatih Dasar-dasar Militer
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data