Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Libya Harapkan Kasus Ambalat Diselesaikan dengan Persaudaraan
Selasa, 15 Maret 2005 | 03:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Libya Kol. Muammar Qadafi mendorong agar sengketa Indonesia-Malaysia
diselesaikan dengan cara damai dengan semangat persaudaraan sesama negara Muslim. Hal ini
disampaikan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Jalal, saat dihubungi
melalui telpon, Senin (14/3).

Menurut Dino, sikap ini disampaikan saat Qadafi menghubungi Presiden Yudhoyono, Senin (14/3)
sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam pembicaraan sekitar 10 menit itu, kata Dino, Qadafi
menyatakan sangat concern dengan perkembangan dunia, khususnya dalam kasus sengketa antara
Indonesia-Malaysia soal blok Ambalat ini.

Qadai mengaku prihatin mengenai sengketa yang terjadi antara dua negara berpenduduk muslim
terkemuka di dunia. "Qadafi mendorong agar penyelesaian sengketa ini dilakukan secara damai
dan dilandasi semangat moslem brotherhood (persaudaraan sesama negara Muslim)," kata Dino.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Yudhono menjelaskan kepada Qadafi mengenai perkembangan
kasus ini. Presiden menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan
Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi untuk menyelesaikan soal ini secara damai melalui
jalur diplomatik.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan terima kasih atas sikap Libya yang tetap
dalam posisi mendukung Aceh sebagai bagian dari republik Indonesia. Qadafi juga menyampaikan
terima kasih kepada Presiden Yudhoyono karena menyambut dengan baik kedatangan putranya
ke Indonesia beberapa waktu lalu. Qadafi juga kembali menyatakan bahwa dalam soal Aceh,
posisi Libya tetap seperti semula.

Abdul Manan - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PM Badawi: Malaysia Tidak Mempunyai Niat Perang
Deplu Lambat Tangani Penembakan TKI
Pemuda Barisan Nasional Malaysia Protes Jakarta
Posko Gayang Malaysia Dikerubuti Relawan
Rekonstruksi Penembakan Empat TKI Dilakukan Hari Ini
Masih Ada 10 Pulau Potensi Konflik
Shell akan Klarifikasi Minggu Ini
Relawan Ganyang Malaysia Dilatih Dasar-dasar Militer
Relawan Ganyang Malaysia Gelar Apel Siaga
LSM Malaysia Kecam Pengaitan Isu TKI dengan Ambalat
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [9]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data