Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Herman Bahar : Pariwisata Cuma Anak Tiri
Senin, 14 Maret 2005 | 23:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Doktor Herman Bahar, 52 tahun, prihatin dengan perkembangan pendidikan pariwisata di tanah air. Karena itu dalam ulang tahun kelima (lustrum), Pasca Sarjana STPB Jumat pekan depan merencanakan menggelar seminar mengenai ke-pariwisata-an di Bandung."Pariwisata diharapkan menjadi salah satu pemasukan devisa terbesar, tetapi perkembangannya dianakitirikan,"katanya.

Persoalan pariwisata, menurut angkatan pertama (1976) Diploma Manajemen Parawisata NHI (National Hotel Institute) Bandung, tak lepas dari pendidikan pariwisata. "Sampai saat ini belum ada standarisasi nasional, sehingga sangat menyulitkan pengembangannya,"kata Herman.

Menurut Doktor bidang pariwisata Universitas Padjadjaran Bandung, di dunia internasional sudah ada standar untuk pariwisata. "Karena belum adanya standar tersebut, akibatnya ada hambatan untuk masuk lebih jauh ke dunia industri pariwisata internasional. Mana ada orang Indonesia yang menjadi GM di hotel-hotel di luar negeri, yang ada justru orang-orang luar itu yang menjadi pimpinan di jaringan hotel internasional,"ujar Herman.

Standar yang dimaksud Herman, menyangkut kualitas dan akreditasi. Padahal, selain STPB yang dulu bernama National Hotel Institute (NHI), banyak sekolah pariwisata swasta. Sementara NHI yang 11 Maret sudah berusia 43 tahun merupakan sekolah kedinasan. "Kaki-kaki kami ada di tempat yang berbeda, Departemen Pariwisata, Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Tenaga Kerja, jadi susah untuk melangkah,"katanya.

Belum standar-nya pendidikan pariwisata, karena sampai saat ini belum ada laboratorium untuk menguji kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan sekolah-sekolah pariwisata tersebut. Selain itu juga belum ada kurikulum yang terpadu yang bisa menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai standar internasional. "Sumber daya manusia yang memenuhi standar internasional penting untuk bersaing dan mengikuti perubahan pasar pariwisata dunia,"kata Herman lulusan Rukkyo University, Tokyo Jepang tahun 1989..

Untuk bisa memenuhi standar pariwisata internasional, pembantu ketua I STPB, perlu adanya intervensi pemerintah. "Kalau tidak ada intervensi pemerintah terutama akan sulit berkembang,"kata Herman. Apalagi dasar hukum pengembangan pariwisata, sudah tertinggal jauh dari perkembangan pariwisata dan standar yang ditetapkan secara internasional. "Tak adanya dasar hukum yang kuat juga menghambat aplikasi professional pegiat pariwisata, dan menyulitkan untuk mengakses perkembangan yang mutakhir,"ujarnya.

Herman berharap dari seminar yang diadakan Jumat (18/3) yang dihadiri para ahli dan juga Menteri Kebudayaan dan Parawisata, Jero Watjik akan diperoleh terobosan untuk memecah kebuntuan persoalan pengembangan pariwisata. "Memang perlu sinergi yang kuat dan terarah, agar rencana pengembangan pariwisata yang ditargetkan bisa dicapai bahkan lebih,"katanya.

Ahmad Taufik

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Sejumlah pengunjung berenang di laut sekitar Gunung Krakatau di Selat Sunda, Jawa Barat, 30 Agustus 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/419/2003; 20030923]. Batu karang di pantai Permisan, Nusakambangan, 13 April 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/293/2001; 20010428].
lPantai sekitar Gunung Krakatau
Batu Karang di Pantai Permisan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidang Adiguna Hari Ini Tergantung Rekomendasi Dokter
Proyek Jembatan Jl. Dermaga Terbengkalai
Organda Diminta Tak Seenaknya Naikkan Tarif Angkutan
Syuting Film di Kuburan Harus Bayar Retribusi
Peran Radio Mendominasi Proses Pemilihan Kepala Daerah
Guru Mogok Mengajar, Siswa Gelar Unjuk Rasa
Hotel Mulia Dilaporkan Konsumennya
Pandeglang Bebaskan Seluruh Biaya Pendidikan
LSM Pendidikan Gelar Unjuk Rasa
Sistem Adil untuk PTN dan PTS
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

PT Garuda Indonesia
Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data