Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PM Badawi: Malaysia Tidak Mempunyai Niat Perang
Senin, 14 Maret 2005 | 21:55 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi menegaskan Malaysia tidak
mempunyai niat untuk berperang dengan Indonesia. "Kalau saya berniat perang maka saya akan
ciptakan suasana perang. Karena kawasan Ambalat masing-masing dipertikaikan, maka akan kita
bicarakan secara baik-baik (diplomasi)," katanya kepada wartawan di kantornya, Senin (13/3).

Menurut Badawi, dirinya sudah berikrar tidak akan membiarkan pihak mana pun mengambil
kawasan Indonesia. "Saya tidak rela Malaysia mengambil seinci pun kawasan negara Indonesia,"
janjinya. Dia menjelaskan, dengan delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), pihaknya sepakat
meredakan ketegangan baik di Indonesia maupun di Malaysia. Warga Malaysia berusaha mensikapi
isu Ambalat ini dengan bijak tanpa demontrasi.

Juru bicara KBRI di Kuala Lumpur Indra Kesuma menjelaskan ada empat pimpinan MUI yang
menemui badawi. Mereka adalah Sekjen Dien Syamsuddin, Nazri Adnan, ketua Majlis Dakwa
Indonesia (MDI) Cholil Badawi dan Said Agil Siraj. Kedatangan mereka diatur oleh Kedutaan
Malaysia di Jakarta dengan tujuan meredakan ketegangan yang terjadi di kalangan masyarakat
Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Indonesia Rusdihardjo memuji tindakan yang diambil
Pergerakan Pemuda Barisan Nasional (PPBN) yang menyatakan sikapnya seraya menegaskan bahwa
rakyat Malaysia tidak ingin membalas sikap negatif sebagian kecil rakyat Indonesia
dengan sikap serupa. "Mereka cukup dewasa sehingga aspirasi itu disalurkan melalui PPBN
kepada KBRI secara tertib. Kita hormat dengan cara-cara yang demikian," katanya.

Berkaitan dengan persengketaan itu sendiri, Rusdihardjo menjelaskan bahwa masalah Ambalat
akan diselesaikan dalam pertemuan pejabat Indonesia dan Malaysia di Jakarta pada 22-23
Maret 2005. "Apa pun hasil pembicaraan tersebut, kita harus senantiasa menghormati bangsa
lain, apalagi Malaysia adalah bangsa yang sangat dekat dengan kita, bahkan seperti saudara
sendiri."

T.H. Salengke - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Deplu Lambat Tangani Penembakan TKI
Pemuda Barisan Nasional Malaysia Protes Jakarta
Posko Gayang Malaysia Dikerubuti Relawan
Rekonstruksi Penembakan Empat TKI Dilakukan Hari Ini
Masih Ada 10 Pulau Potensi Konflik
Shell akan Klarifikasi Minggu Ini
Relawan Ganyang Malaysia Dilatih Dasar-dasar Militer
Relawan Ganyang Malaysia Gelar Apel Siaga
LSM Malaysia Kecam Pengaitan Isu TKI dengan Ambalat
Wakil Ketua DPR: Sebaiknya SBY Umumkan Perang dengan Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data