|
Nasional
Hasyim Sambut Ajakan Islah dari Gus Dur
Senin, 14 Maret 2005 | 21:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi menyambut baik ajakan berdamai (islah) dari
Abdurrahman Wahid. "Kalau memang benar dan tidak berubah lagi, kita semua Alhamdulillah,"
kata Hasyim dalam konperensi pers di Jakarta, Senin (14/3). Kemarin di Surabaya, Wahid
mengakui sudah memaafkan Muzadi dan diantara keduanya sudah tidak mempunyai permasalahan
lagi.
Menurut Hasyim, semua pihak sebenarnya menyayangi dan sekaligus menyayangkan Gus Dur,
panggilan akrab Wahid. "Menyayangi karena berjasa kepada NU dan menyayangkan kalau Gus Dur
didorong kiri kanan sehingga umat dapat terpecah belah," ujarnya. Dia mengakui sudah
berteman dengan Gus Dur sejak tahun 1979 saat Muktamar di Semarang. Kala itu Hasyim
menjabat sebagai Ketua Cabang NU di Malang. "Yang lain tidak selama saya bertemannya,"
katanya.
Diakui, hubungan itu agak jauh ketika Gus Dur menjadi presiden. Menurut Hasyim karena
sejak itu banyak lingkaran yang mengelilingi Gus Dur. "Belakangan ini juga karena
dikerubungi pasukan bodrex," ujarnya. Dijelaskannya, di NU kultur lebih kuat dari
formalitas sehingga jika Gus Dur bersedia kembali ke teman-temannya tidak usah formal.
"Dengan guyon saja," katanya.
Dihadapan 500 peserta Doa Keselamatan untuk Bangsa di Masjid Ampel, Surabaya, Gus Dur
menjelaskan yang harus ditonjolkan saat ini adalah sikap sebagai orang tua yang saling
memberikan maaf satu sama lain. Menurut mantan presiden ini, mempertahankan NU lebih sulit
dibanding memulainya sehingga seringkali terjadi gesekan antara satu dengan yang lainnya.
Harun Mahbub/Adi Mawardi-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|