Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Posko Gayang Malaysia Dikerubuti Relawan
Senin, 14 Maret 2005 | 20:51 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Sedikitnya 250 relawan mendaftar ke Posko Kosgoro 1957 yang membuka pendaftaran relawan di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Mereka menyatakan kesiapan buat berperang dengan Malaysia di Ambalat , Laut Sulawesi.

Komandan Posko, Mahmud Badaruddin juga meminta pemerintah agar tidak menuruti permintaan Malaysia untuk membawa sengketa ini ke Mahkamah Internasional. "Mahkamah Internasional sarang mafia negara adikuasa," kata Mahmud. Kosgoro juga memberikan dukungan kepada pemerintah untuk tidak gentar terhadap Five Power Defence Agreements yang dibuat Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura, yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota FPDA dianggap serangan terhadap anggota FPDA lain.

Sementara di Kediri, Jawa Timur 500 orang yang menamakan diri Front Pembela Tanah Air (FPTA), berunjukrasa di gedung DPRD Kediri dan Markas Kodim Kota Kediri. Aksi yang melibatkan warga dari berbagi usia ini berkeliling kota, melakukan orasi, juga melakukan pembakaran bendera Malaysia.

"Kami menuntut pemerintahan SBY untuk segera mengirim milisi sipil, Kami siap berperang membantu TNI melawan Malaysia," kata Hanif, Koordinator Posko Ganyang Malaysia. Dalam orasinya di depan anggota DPRD, Hanif menegaskan bahwa selama ini Malaysia selalu menganiaya rakyat Indonesia. Malaysia dinilai tidak kooperatif dalam
menangkap dua teroris asal Malaysia, Nurdin M Top dan Dr Azahari.

Ketua DPRD Kota Kediri, Bambang Harianto yang menerima langsung para pengunjuk rasa, menyatakan sangat mendukung aksi tersebut. Bambang menegaskan, jika pemerintah mengambil sikap konfrontatif dengan Malaysia, DPRD Kota Kediri akan langsung memprakarsai pengiriman relawan perang ke Ambalat.

arif ardiansyah/dwidjo maksum

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rekonstruksi Penembakan Empat TKI Dilakukan Hari Ini
Masih Ada 10 Pulau Potensi Konflik
Shell akan Klarifikasi Minggu Ini
Relawan Ganyang Malaysia Dilatih Dasar-dasar Militer
Relawan Ganyang Malaysia Gelar Apel Siaga
LSM Malaysia Kecam Pengaitan Isu TKI dengan Ambalat
Wakil Ketua DPR: Sebaiknya SBY Umumkan Perang dengan Malaysia
Cap Jempol Darah Untuk Dukungan Melawan Malaysia
Panglima TNI Harapkan Penyelesaian Diplomasi
PDIP dan PKB Malang Buka Posko Relawan
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data