|
Nasional
Dari Saksi Pollycarpus Jadi Tersangka?
Senin, 14 Maret 2005 | 17:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Penyidik Mabes Polri hari ini, Senin (14/3) melakukan pemeriksaan kejiwaan (psikologis)terhadap salah satu saksi kunci kematian Munir, Pollycarpus Budihari Priyatno. Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB pagi di Kantor Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.
Seorang sumber di kepolisian menyebutkan, tim penyidik akan menggunakan jasa psikiater dan alat lie detektor (alat penguji kebohongan). "Ini dilakukan karena Pollycarpus sering berbelit-belit dalam memberikan keterangan,"kata Perwira Menengah di Mabes Polri yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan hari ini, Senin (14/3) di Jakarta. Status Pollycarpus dari saksi diduga akan berubah jadi tersangka, setelah pemeriksaan hari ini.
Tim Penyidik Kepolisian menetapkan Pollycarpus sebagai salah satu saksi kunci dalam kasus terbunuhnya Aktivis HAM Munir. Mantan pilot Garuda dijadwalkan diperiksa pada hari Kamis (10/3) yang lalu. Namun, Pollycarpus tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang sakit. Sabtu (12/4) kemarin tim penyidik membawa Pollycarpus ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan second opinion tentang kesehatannya.
Kuasa Hukum Pollycarpus, Suhardi Somomoeljono, membanarkan bahwa penyidik sedang melakukan pemeriksaan kejiwaan atas kliennya tersebut. Pemeriksaan kejiwaan ini menurut Suhardi, adalah termasuk bagian dari pemeriksaan pra kondisi terhadap seseorang sebelum diperiksa secara marathon. "Pemeriksaan pra kondisi meliputi pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, yang harus dilakukan secara internsif,\" katanya kepada wartawan hari ini, Senin (14/3) di Jakarta.
Pemeriksaan kejiwaan, menurut Suhardi, diperlukan agar seseorang yang akan diperiksa bisa memberikan keterangan secara independen objektif, tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Mengenai sakitnya Pollycarpus menurut Suhardi, disebabkan karena kecelakaan yang dialami pada 22 Februari yang lalu, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan jalan dari Dokter. "Termasuk dari Dokter Garuda,"katanya.
Menurut Suhardi dalam pemeriksaan hari ini Berita Acara Pemeriksaan (BAP) belum dimulai. Pemeriksaan akan dimulai setelah tim penyidik yang memeriksa pra kondisi kesehatan, menyatakan Pollycarpus dalam keadaan sehat. "Jadi kita tunggu dulu,"katanya.
Erwin Dariyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri) dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003. [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].](/hg/photostock/2004/12/13/s_K18A42304_high_thumb.jpg) |
![Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri) dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003. [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].](/hg/photostock/2004/12/13/s_K18A42301_high_thumb.jpg) |
| Rachland Nashidik dan Munir
|
|
| Rachland Nashidik dan Munir
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|