|
Nasional
Pengusung Wacana Deadlock Dinilai Tak Ingin PDIP Besar
Senin, 14 Maret 2005 | 15:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menjelang Kongres II PDI Perjuangan pada akhir Maret suhu politik partai banteng makin panas. Itu sebabnya, melakukan manuver juga makin kencang. PDIP Sumatera Selatan meminta para tokoh partainya menahan diri untuk tak melakukan provokasi.
Bendahara PDIP Sumatera Selatan Elianuddin mengatakan, wacana pemilihan ketua umum deadlock kembali digulirkan oleh elite yang ingin PDIP tak makin besar. “Salah satu pangkal persoalannya, formatur tunggal dan hak preogratif ketua umum,” katanya, Senin (14/3).
Menurut dia, sejauh ini mayoritas daerah ingin Megawati Soekarnoputri memimpin lagi dan setuju dua hal tadi dipertahankan. "Beberapa daerah sudah saya hubungi dan menyatakan tak ingin kongres deadlock.”
Sabtu pekan lalu, sejumlah pendiri PDIP menyatakan menolak calon tunggal ketua umum, formatur tunggal untuk menentukan pengurus pusat, dan hak prerogatif ketua umum. Mereka menilai tak demokratis jika kongres mempertahankan tiga hal tadi.
Bahkan, Badan Penelitian dan Pengambangan Pusat PDIP memperkirakan bakal terjadi deadlock di kongres karena perdebatan tiga hal itu. Maka, badan itu mengusulkan kepemimpinan presidium jika pemilihan ketua umum tak bisa digelar karena deadlock.
Menurut Elianuddin, elite yang menolak formatur tunggal dan hak prerogatif khawatir tak “dipakai lagi” dalam kepengurusan baru. Padahal, mereka merasa dekat dengan Mega. arif ardiansyah - tnr
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|