Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Relawan Ganyang Malaysia Gelar Apel Siaga
Minggu, 13 Maret 2005 | 12:30 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Puluhan pemuda dari Solo menggelar apel kesiapan sebagai relawan ganyang Malaysia, Minggu (13/3). Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif yang ikut dalam apel relawan bersama Gerakan Masyarakat Anti Arogansi Solo (Gemar'S) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan maklumat perang melawan Malaysia.

Kasus penembakan TKI di Malaysia dinilai sebagai tantangan negara tersebut untuk mengajak konfrontasi. "Saya akan menyampaikan desakan kepada presiden agar mengumumkan perang dengan Malaysia dalam rapat konsultasi," teriak Zaenal.

Apel relawan yang berlangsung di Bundaran Gladak itu juga diwarnai dengan aksi pembakaran berbagai produk berbau Malaysia. Sejumlah kaset album penyanyi Malaysia dan poster artis negeri jiran tersebut dibakar. Wakil Sekretaris DPW PPP Jawa Tengah M. Taufik SH yang memimpin aksi pembakaran tersebut.

Di hadapan para relawan yang bersenjatakan tongkat bambu itu Taufik menyatakan tidak ada jalan lain kecuali perang untuk menyelesaikan kasus Ambalat. Yel-yel "perang" dan "ganyang Malaysia" dikumandangkan para relawan melalui corong speaker yang di pasang di sebuah mobil pick up.

Menurut Zaenal Ma'arif, desakan agar Presiden Yudoyono mengeluarkan maklumat perang tersebut dikarenakan jalan diplomasi yang sedang ditempuh tidak akan menguntungkan posisi Indonesia. Apalagi, Malaysia saat ini justru melakukan provokasi-provokasi yang menyulut kemarahan rakyat Indonesia.

Posko Bela Negara Lawan Malaysia yang didirikan Gemar's telah menerima sedikitnya 250 pemuda yang menyatakan sanggup menjadi relawan ganyang Malaysia. Dari ratusan relawan tersebut, menurut Sekjen Gemar's M. Yuli Syahban, tercatat ada 50-an orang yang telah lolos seleksi dan siap dikirim ke Malaysia.

Imron Rosyid/Anas Syahirul

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wakil Ketua DPR: Sebaiknya SBY Umumkan Perang dengan Malaysia
Cap Jempol Darah Untuk Dukungan Melawan Malaysia
Panglima TNI Harapkan Penyelesaian Diplomasi
PDIP dan PKB Malang Buka Posko Relawan
Konsulat Malaysia Melayani Visa di Halaman
Malaysia Minta Demo di Kedubes Tidak Anarkis
Mahasiswa Malaysia di Yogyakarta Was-Was
Empat Orang TKI Tertembak Polisi Malaysia
Jawa Timur Panas Ganyang Malaysia
Pertemuan Tertutup Menhan dan Pimpinan TNI
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Star Trek di Konsol Game
Sony Perkenalkan PS3 160 Gigabita
Pengacara: Tak Ada Saksi Muchdi Dendam kepada Munir
Wali Kota Jakarta Timur Akan Didatangi Pengunjuk Rasa
Wanda Hamidah Sibuk Seleksi Proposal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data