|
Nasional
Dua TKI yang Ditembak Satpam Malaysia Masih Kritis
Sabtu, 12 Maret 2005 | 14:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua dari empat orang tenaga kerja Indonesia di Malaysia masih dalam kondisi kritis.
Keempatnya, Reni, Gaspar, Dedi, dan Markus, dirawat di Rumah Sakit Selangor, Kuala Lumpur
sejak Jumat (11/3) dinihari. "Itu informasi dari perawat di sana. Kami tidak bisa masuk
sama sekali, harus ada izin dari polisi Malaysia," ujar Koordinator Migrant Care di
Malaysia Alex Ong, Sabtu (12/3) kepada Tempo. Dua orang itu tertembak dadanya dan
membutuhkan tranfusi darah. Sementara dua lainnya terkena di bagian kaki.
Hingga saat ini, tindakan kriminal macam apa yang dituduhkan ke mereka, masih belum
dijelaskan polisi Malaysia. "Informasinya masih digelapkan (ditutupi)," ujar Alex. Menurut
polisi, kata Ong, mereka sudah diserahkan kepada petugas imigrasi. "Sementara perawat
bilang kepada kawan-kawannya, mereka masih di rumah sakit karena kritis," katanya.
Empat tenaga kerja Indonesia ini pun, ditembak oleh satuan pengaman kilang pembuatan batu
untuk jalan (kuari) yang terletak dekat tempat kerja mereka. "Bukan oleh polisi. Setelah
ditembak, baru lapor polisi," ujarnya. Hingga saat ini, waktu kejadian masih tidak jelas,
karena polisi mengatakan kejadian Kamis (10/3) pukul 3 pagi. Sementara, teman-teman keempatnya mengatakan
kejadian pukul 11 malam.
KBRI Malaysia sendiri masih belum bisa dihubungi. "Hal itu yang mengurus Komisaris Dwi, dia
liasion officer (petugas penghubung) kepolisian di Malaysia," ujar Atase Tenaga Kerja Abdul Malik kepada Tempo. Hingga saat ini, telepon
genggam Dwi masih belum bisa dihubungi.
Yophiandi-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|