|
Nasional
Filipina Klaim Tangkap Pengebom Kedutaan Australia
Sabtu, 12 Maret 2005 | 04:18 WIB
TEMPO Interaktif, Manila: Kepolisian Filipina kemarin mengumumkan, satu di antara tiga tersangka anggota Jemaah Islamiyah yang ditangkap Desember lalu adalah pengebom Kedutaan Australia di Jakarta. Ia adalah Didi Residiana, yang disebut berasal dari Sukabumi, Jawa Barat.
"Dia (Didi) adalah satu di antara tiga pelaku bom bunuh diri, yang merencanakan dan mengeksekusi pengeboman di Kedutaan Australia, September 2003," kata Direktur Grup Intelijen Kepolisian Filipina Chief Superintendent Ismael Rafanan dalam konferensi pers di Manila, Jumat (11/3, seperti dikutip situs inq7.net.
Dikatakannya, Didi awalnya diidentifikasi sebagai Ted Yolanda, warga negara Malaysia. Namun, kata dia, setelah dicek silang dengan Kepolisian Republik Indonesia, diketahui bahwa Ted adalah Didi Residiana, warga negara Indonesia.
Bersama dua warga Indonesia yang juga disebut-sebut sebagai anggota Jemaah Islamiyah, yakni Mohamad Nasir Hamid and Mohamad Yusuf Karin alias Pais, Didi ditangkap di kota Zamboanga, wilayah selatan Filipina, pada Desember tahun lalu. Kepolisian Filipina menuduh mereka merencanakan pengeboman di Filipina pada Natal tahun lalu.
Rafanan menyebutkan, Didi melatih teknik pengeboman di daerah asalnya pada 2003. Ia juga menyebutkan, Sukabumi merupakan wilayah operasi Jemaah Islamiyah, yang disebut sebagai salah satu sel Al-Qaidah.
Namun, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Suyitno Landung saat dihubungi di Jakarta mengatakan, kantornya belum mengetahui tertangkapnya salah satu pelaku peledakan bom Kuningan itu. "Nanti saya cek dulu," katanya.
Suyitno mengaku hanya mengetahui ada dua orang warga Indonesia yang tertangkap di Filipina, yakni Mohamad Yusuf Karin dan Mohamad Nasir Hamid. Menurut dia, Polri belum bisa memastikan keterlibatan mereka dalam aksi teror bom di Tanah Air. "Belum ada indikasi mereka terlibat dalam teror bom," tuturnya.
Bom di depan Kedutaan Australia pada 9 September 2003 menewaskan belasan orang, termasuk tersangka pelakunya, Heri Golun. Empat orang tersangka lainnya telah ditangkap di Bogor pada 5 November 2003, yakni Rois alias Irwan Darmawan, Hasan alias Purnomo alias Agung, Sogir alias Ansori, dan Apuy alias Saiful Bahri.
Hingga kini, dua tersangka yang lebih "kakap" belum bisa ditangkap, yakni Dr Azahari Husein dan Noor Din Mohammad Top. Menurut polisi, empat tersangka yang telah ditangkap itu mengakui keterlibatan Azahari dan Noor Din pada pengeboman di Kedutaan Australia.
Erwin Dariyanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Polisi tim Gegana menyisir bom di lokasi ledakan bom asrama Yayasan Kemahasiswaan Mahasiswa Iskandar Muda (YKMIM)/ mahasiswa Aceh di Manggarai, Jakarta, 11 Mei 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/305/2001; 20010523].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K1A30505_high_thumb.jpg) |
![Wartawan di belakang garis batas polisi di depan di hotel Omni Batavia setelah terjadi ledakan bom, Jakarta Nopember 2000 [Foto: Robin Ong/ Tempo].](/hg/photostock/2005/03/03/s_Bomomni5_high_thumb.jpg) |
| Evakuasi Korban Ledakan Bom YKMIM
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|