Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panglima TNI Harapkan Penyelesaian Diplomasi
Kamis, 10 Maret 2005 | 20:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengharapkan penyelesaian masalah konflik perbatasan antara Malaysia dan Indonesia di perairan sekitar Sulawesi, Ambalat, tidak diselesaikan dengan cara kekerasan dengan pengerahan kekuatan militer dari masing-masing negara. "Kalau memang bisa diselesaikan secara diplomasi, yaitu yang terbaik, yang kami (TNI) inginkan (juga) oleh pemerintah Indonesia maupun Malaysia,"kata Sutarto kepada wartawan usai rapat tertutup dengan Menteri Pertahanan di ruang rapat Dephan, Kamis (10/3).

Sutarto menyatakan dalam rapat tertutup antara dirinya dan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono masalah Ambalat juga tidak dibicarakan secara khusus."Ambalat tidak (kami) bicarakan karena itu di luar porsi kami untuk bicara. Itu kan lebih pada keputusan politik untuk menyelesaikan,"katanya. Tetapi, penyelesaian konflik perbatasan tersebut memang sebaiknya dirampungkan melalui jalur diplomasi. "Kalaupun penyelesaian secara damai lewat jalur diplomasi tidak bisa dilakukan, artinya akan ada pertumpahan darah, kami (TNI) masih akan menunggu juga,"kata Sutarto.

Menanggapi hasil pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan Malaysia semalam yang hasilnya bahwa pemerintah RI dan Malaysia sepakat untuk menyelesaikan secara damai, Sutarto menyatakan bahwa hasil pertemuan tersebut memang yang terbaik. "Suatu permasalahan tidak harus diselesaikan secara kekerasan atau kekuatan senjata. Diplomasi yang terbaiklah karena bagaimanapun juga konflik fisik selalu membawa korban,"katanya.

Namun Sutarto tetap memberikan syarat bahwa penyelesaian secara diplomatik bisa dilakukan asalkan tanpa merugikan bangsa indonesia. "Kalau itu (diplomasi) bisa dilakukan dengan baik tanpa merugikan bangsa ini, maka itu yang harus kita lakukan,"kata Panglima.

Kalau dialog dan perundingan dilakukan, lanjut Sutarto, cost-nya akan menjadi lebih rendah dan korban bisa dikurangi."Tetapi jangan samapi karena dialog ini kita menurunkan (tawaran) apa yang menjadi hak kita," katanya.

Mengenai tim teknis yang dibentuk kedua negara untuk menyelesaikan masalah perbatasan Sutarto menyatakan, tim tersebut sudah sewajarnya ada untuk membahas dan memastikan klaim kedua belah pihak dikaitkan dengan masalah hukum internasional. "Keabsahannya, tim itu yang bicara karena mereka yang memahami masalah undang-undang kelautan internasional,\" kata dia.

Dalam rapat tertutup itu juga membicarakan tentang review rencana program pembangunan TNI ke depan. Diakui Sutarto, selama ini kendala utama yang dihadapi TNI adalah masalah keterbatasan anggaran sehingga untuk melakukan tugas-tugas di bidang pertahanan TNI hanya terfokus pada bagaimana menghadapi tugas atau ancaman riil yang saat ini dihadapi. "Sementara pembangunan kekuatan militer itu tidak hanya sekedar memperhitungkan ancaman riil tetapi juga bagaimana agar supaya kekuatan militer itu bisa memberikan efek pada negara lain,"katanya.

Berbeda dengan pendapat praktisi Hukum Adnan Buyung Nasution, yang menyatakan upaya penyelesaian dengan cara damai atau diplomasi tetap harus didukung oleh kekuatan militer. "Percuma kita berdiplomasi kalau kita tidak ada kekuatan fisik militer yang menunjukkan kita berdaulat," kata Adnan Buyung kepada wartawan usai diskusi Kamisan Radio 68 H di Sahid Jaya Hotel, hari ini.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mau ke Amerika Serikat Menhan Minta Bekal
PDIP dan PKB Malang Buka Posko Relawan
Konsulat Malaysia Melayani Visa di Halaman
Malaysia Minta Demo di Kedubes Tidak Anarkis
Mahasiswa Malaysia di Yogyakarta Was-Was
Revisi Anggaran Pembelian C-130 Sudah di Bappenas
Empat Orang TKI Tertembak Polisi Malaysia
Jawa Timur Panas Ganyang Malaysia
Pertemuan Tertutup Menhan dan Pimpinan TNI
Giliran Mahasiswa Ambon Buka Pendaftaran "Ganyang Malaysia"
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Jalan Panjang Pergantian Panglima TNI
Sejarah TNI AU
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [8]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data