Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mau ke Amerika Serikat Menhan Minta Bekal
Kamis, 10 Maret 2005 | 18:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sehari sebelum berangkat ke Amerika Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono memanggil Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala-kepala staf Tiga Angkatan untuk mendapatkan masukan dari mereka. "Menhan mau ke Amerika besok (Jumat, 11/3).) kira-kira apa saja yang ingin dibicarakan di Amerika (kami diminta) memberikan bekal,"kata Sutarto kepada wartawan usai rapat tertutup dengan Menteri Pertahanan di ruang rapat Dephan, Kamis (10/3).

Menteri Pertahanan dijadwalkan akan melakukan lawatan ke Washington paling cepat selama sepekan. Di Amerika nantinya Menhan akan melakukan pertemuan-pertemuan yang bersifat non-kelembagaan dengan pihak-pihak pemerintah maupun legislatif Amerika Serikat, seperti counter part Juwono, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri dan Penasehat Keamanan Gedung Putih selain sekitar enam sampai tujuh anggota Kongres Amerika lainnya.

Dalam rapat tertutup yang berlangsung sekitar satu setengah jam antara Menhan dengan Panglima TNI juga membicarakan materi-materi apa yang diperlukan TNI terkait dengan rencana pembukaan Indonesian Military Education and Training (IMET) kembali.

Menurut Sutarto, masalah-masalah yang akan dibawa Menhan ke Amerika Serikat, terutama berkisar pada bagaimana usaha untuk melunakkan pihak-pihak di Amerika yang selama ini menolak embargo kepada Indonesia dicabut. "Dari IMET kira-kira yang diperlukan (TNI) seperti apa? Dan kalau memang diperluas lagi pihak Amerika memberikan pembebasan embargo, kira-kira apa saja yang kita perlukan?"kata Sutarto.

Menurut Dirjen Strategi Pertahanan Dephan, Mayjen TNI Sudrajat, IMET secara resmi sudah dibuka dan Indonesia mendapatkan bantuan program sebesar 600 ribu US dollar untuk tahun 2005. "Program secara detail belum dan sedang kami bicarakan apa yang paling tepat. Apa yang kami perlukan dan apa yang Amerika tawarkan?" kata Sudrajat kepada wartawan di Sahid Jaya Hotel usai diskusi Kamisan radio 68 H.

Namun, Sudrajat menyatakan bahwa tujuan Menhan ke Amerika bukan untuk melakukan lobi-lobi kepada Pemerintah maupun Legislatif Amerika sehingga Indonesia mendapatkan pembebasan embargo, tetapi hanya untuk memberikan penjelasan tentang situasi terkini di Indonesia. "Pembebasan embargo adalah policy Amerika dan Menhan tidak akan berusaha mempengaruhi keputusan pemerintah Amerika Serikat. Menhan ke sana tidak untuk ngemis,"katanya.

Menurut Sudrajat, intinya perjalanan Menhan ke Amerika Serikat dalam rangka memberikan suatu penjelasan kepada pihak Amerika tentang situasi terkini. Antara lain ; perkembangan Indonesia dari aspek-aspek politik, pertahanan, dan situasi-situasi yang berkenaan dengan reformasi TNI serta hubungan antara sipil dan militer di Indonesia.

Menhan cukup optimis dapat memberikan penjelasan yang memuaskan pihak Amerika Serikat. "Keberhasilan Indonesia adalah melakukan pemilu tahun 2004 yang dapat memilih pemimpin secara demokratis. Dari pemilu tersebut sebagai pertanda bahwa kesuksesan pemilu banyak didorong oleh TNI diantaranya netralitas TNI dan mundurnya TNI dari DPR,"kata Sudrajat.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Ralph L Boyce (kiri) menerima cindramata dari Azyumardi Azra setelah memberikan pidato pada seminar, Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721].
Ralph L Boyce dan Azyumardi Azra
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Revisi Anggaran Pembelian C-130 Sudah di Bappenas
Pertemuan Tertutup Menhan dan Pimpinan TNI
TNI AU Kirim Empat F-16 ke Ambalat
Fauzan : Ada Teror Paska Vonis Baasyir Cuma Isu
Syafii Maarif : Pengadilan Baasyir di Bawah Bayang-bayang AS
AU dan AL Berbeda Soal Pelanggaran Pesawat Malaysia
Kapuspen TNI: IMET Hanya Sebagai Komparasi
Menhan: 9 Perwiran Akan Ikut Diklat di Amerika Serikat
Panglima TNI: TNI Lebih Pilih Beli Suku Cadang Ketimbang Herkules Bekas
Dephan Kaji Ulang Pembelian Pesawat Baru
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
IMBANG?

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data