|
Nasional
Mahasiswa Paksa Masuk Ruang Rapat DPR
Kamis, 10 Maret 2005 | 18:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: 14 mahasiswa dari perwakilan BEM se-Jabotabek memaksa hadir dalam rapat konsultasi internal DPR yang membahas tentang kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak, hari ini, Kamis (10/3). Namun, anggota DPR menolak kehadiran mahasiswa dalam rapat tersebut. Akibatnya, mahasiswa mendorong-dorong petugas keamanan, di depan pintu ruang rapat.
Karena tidak berhasil masuk, mahasiswa menyatakan sangat kecewa dengan pimpinan dewan yang menolak kehadiran mereka dalam rapat konsultasi. "Ternyata anggota dewan itu pengkhianat rakyat, tidak mau menerima kehadiran rakyat," teriak salah satu mahasiswa.
Sebelum meninggalkan tempat, mahasiswa memberikan cinderamata berupa tomat yang dihancurkan di depan ruangan rapat konsultasi.
Sementara itu, di depan gerbang Gedung DPR/MPR, ratusan mahasiswa di bawah organisasi BEM Jabotabek menuntut anggota DPR memperjuangkan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ketua BEM UNJ, Ariadi, menyatakan membawa ratusan mahasiswa dengan diangkut 12 bus. Para demonstran sampai di Gedung DPR/MPR pukul 14.30 WIB dan selesai pukul 16.55 WIB. Selain berorasi, meneriakkan yel-yel, para mahasiswa juga melepar tomat.
Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Nelayan tradisional Muara Angke sedang mengisi solar ke dalam kapal yang akan dipakai berlayar, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010902-122](/hg/photostock/2005/03/10/s_32D34601_high_thumb.jpg) |
![Pembeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134 Muara Angke, Jakarta, 22 Mei 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.;32D/347/2001; 20010621].](/hg/photostock/2005/03/10/s_32D34705_high_thumb.jpg) |
| Nelayan Mengisi BBM Solar ke Kapal
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|