Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Konsulat Malaysia Melayani Visa di Halaman
Kamis, 10 Maret 2005 | 16:10 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Riau punya cara sendiri melayani permohonan visa. Melayani secara berkelompok lima orang-lima orang di halaman kantornya. Gara-daranya perwakilan negara tersebut di demo masyarakat menyusul klaim pemerintah Malaysia terhadap kawasan Ambalat.

Pelayanan visa, dihentikan ketika ratusan massa dari mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang datang dengan dua gelombang pada pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB itu mendesak maju ke pintu gerbang kantor tersebut yang sudah dijaga ketat aparat kepolisian dari Polsek Lima Puluh Pekanbaru dan Poltabes Pekanbaru. "Maaf pengurusan visa baru dibuka lagi pada pukul 14.00 WIB. Kami masih khawatir membuka pintu gerbang atau menyilahkan ibu dan bapak masuk karena takut terjadi apa-apa karena demo mahasiswa tampaknya masih berlangsung,"kata Fery, seorang satpam di kantor itu kepada warga yang mengurus visa.

Menurut Iis, warga Pekanbaru yang sedang mengurus visanya, biasanya pengurusan visa di Konsulat Malaysia aman dan lancar. "Dimasukkin (dokumen) pukul 08.00 WIB selesai paling lama pukul 13.00 WIB. Tadi (Kamis), saya masukkin pukul 09.00 WIB sekarang belum selesai, karena tadi saya keburu disuruh keluar dari halaman kantor karena kantor itu mendapat infromasi mahasiswa mau datang berdemo,"kata Iis.

Juru bicara Konsulat Malaysia, Antony, membenarkan bahwa pihaknya tetap berupaya mengaktifkan pelayanan kepada para warga yang mengurus visa meski terpaksa mengalami penundaan karena aksi demonstrasi.

Dia juga mengakui adanya perpindahan ruangan tempat pengurusan visa dari ruangan di dalam gedung ke ruangan yang berada di halaman gedung."Tujuan pemindahan agar staf dan warga yang mengurus visa dapat lebih cepat melihat kejadian aksi demonstrasi. Jadi kalau ada apa-apa yakni hal-hal yang tidak diingini bisa cepat diselamatkan atau menyelamatkan diri,"katanya.

Antony membenarkan bahwa selama aksi demonstrasi mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, pihak Konsulat Malaysia menghentikan pengurusan visa sementara. "Bagaimana lagi?, tapi setelah aksi mereda pengurusan visa dilanjutkan lagi, warga diminta memahami tindakan Konsulat Malaysia,"katanya.

Mahasiswa yang melakukan demonstrasi soal blok Ambalat ke Konsulat Malaysia itu memang tampak ingin memaksa masuk ke dalam halaman gedung kantor Konsulat Malaysia yang sudah digembok dan dikawal dengan pagar betis oleh aparat kepolisian. Konsul Malaysia Mohammad Nasri A Rahman dan seluruh staf tampak berada di halaman gedung itu menyaksikan aksi demo.

Menurut Oscar, koordinasi lapangan aksi mahasiswa UNRI itu, tujuan utama mahasiswa untuk masuk ke halaman kantor Konsulat Malaysia di Pekanbaru tersebut adalah menaikkan bendera Merah Putih Indonesia yang tidak dipasang pihak Konsulat Malaysia di sebelah bendera Malaysia yang terpasang di halaman kantor konsulat itu.
"Alasan lain masuk ke halama Konsulat Malaysia itu adalah untuk langsung menyerahkan pernyataan sikap tentang penolakan mahasiswa UNRI atas klaim Malaysia yang menyebutkan Blok Ambalat milik Malaysia,"kata Oscar.

Dalam unjukrasa itu, selain melakukan orasi dan menempelkan poster berisikan hujatan kepada Malaysia di pintu pagar halaman kantor Konsulat Malaysia, mahasiswa ikut membantu kelompok Laskar Panglima Sakti Kampar Indonesia yang mendirikan tenda Posko Ganyang Malaysia di dekat pintu gerbang masuk kantor Konsulat Malaysia itu. Atas permintaan pihak keamanan tenda Posko Ganyang Malaysia itu akhirnya dipindahkan di seberang kantor Konsulat Malaysia.

Evalisa Siregar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Demonstran dihadang polisi saat protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di gedung DPR MPR, Jakarta Senin 20 Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo. Protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur dengan bendera merah putih di depan gedung DPR MPR, Jakarta Senin 20 Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo.
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malaysia Minta Demo di Kedubes Tidak Anarkis
Mahasiswa Malaysia di Yogyakarta Was-Was
Empat Orang TKI Tertembak Polisi Malaysia
Jawa Timur Panas Ganyang Malaysia
Pertemuan Tertutup Menhan dan Pimpinan TNI
Giliran Mahasiswa Ambon Buka Pendaftaran "Ganyang Malaysia"
Aksi Mogok Makan Menentang Kenaikan BBM
Mahasiswa Tasik Demo Kenaikan BBM
Plang Nama Konsulat Malaysia Dirusak Demonstran
Santri Malaysia di Kediri Kecam Negaranya
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Pendidikan Nasional
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data