|
NASIONAL
Revisi Anggaran Pembelian C-130 Sudah di Bappenas
Kamis, 10 Maret 2005 | 14:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Endriartono Sutarto menyatakan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menanggapi positif usulan Mabes TNI untuk membatalkan pembelian dua pesawat Herkules C-130. Dalam usulan itu, anggaran pembelian dialihkan menjadi pembelian suku cadang pesawat sejenis.
Saat ini, kata Sutarto, proses revisi anggaran pembelian dengan mekanisme kredit ekspor sudah diajukan kembali oleh Mabes TNI. “Kini prosesnya menunggu persetujuan dari Bappenas," kata Sutarto seusai rapat bersama Menhan di Departemen Pertahanan, Jakarta, Kamis (10/3).
Sutarto mengungkapkan, pesawat-pesawat yang dimiliki oleh TNI cukup banyak, termasuk jenis angkut Hercules yang dibeli pada era 1960-an. "Life time-nya sudah hampir habis jika tidak ada penggantian suku cadang baru," kata dia.
Pertimbangan mengalihan pembelian suku cadang, kata Panglima TNI, karena dianggap lebih menguntungkan daripada pembelian dua pesawat bekas. Idealnya, kata dia, memang bisa membeli yang baru untuk menggantikan yang lama, di samping juga membeli suku cadang untuk menghidupkan yang ada. “Tapi kalau kita dihadapkan pada pilihan, menambah jumlah atau menghidupkan yang telah ada, tinggal pilih mana yang paling menguntungkan," kata dia.
Dan, kata dia, pilihannya sederhana: menambah dua pesawat lagi berarti TNI nanti mempunyai delapan pesawat. Atau, sekarang ada enam yang operasional, lalu ditambah 10 pesawat lain yang bisa diperbaiki dengan adanya suku cadang baru. Sehingga nantinya Hercules yang bisa dioperasionalkan total 16. “Tentunya, lebih memilih yang kedua,” ujarnya.
Perubahan pilihan itu sendiri terjadi setelah tsunami menghantam Aceh, yang memperlihatkan amburadulnya pengangkutan bantuan bagi korban. Ini terjadi karena pesawat angkut milik TNI banyak yang tak layak terbang setelah Amerika Serikat sebagai negara produsen mengembargo suku cadangnya. Pascatsunami, Amerika membuka embargo dan memberi Indonesia fasilitas pembelian suku cadang untuk Hercules. (Agus Supriyanto)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40702_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40701_high_thumb.jpg) |
| Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
|
|
| Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|