Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pollycarpus Sakit, Tak Penuhi Panggilan Polisi
Kamis, 10 Maret 2005 | 14:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pollycarpus, saksi kunci dalam kematian Munir batal diperiksa karena yang bersangkutan sakit. Hal itu dijelaskan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Aryanto Budihardjo. "Polisi sudah menerima faksimili dari kuasa hukum Pollycarpus, yang bersangkutan tidak bisa hadir hari ini," kata Aryanto yang biasa dipanggil Anang kepada wartawan hari ini, Kamis (10/3) di Jakarta.

Faksimili yang dikirim ke tim penyidik tersebut, menurut Anang, terdiri dari surat keterangan dokter dan surat permohonan penundaan pemeriksaan dari kuasa hukum. dalam surat keterangan dokter disebutkan Pollycarpus harus beristirahat selama tiga hari, 9 - 11 Maret.

Namun, menurut Anang tim penyidik tidak akan begitu saja percaya dengan keterangan yang diberikan kuasa hukum Pollycarpus. Untuk itu polisi akan segera meneliti apakah yang bersangkutan benar-benar sakit. "Kalau secara fisik kelihatan sakit, kami tidak perlu melakukan general check-up," katanya.

Rencananya tim penyidik akan kembali melayangkan surat panggilan kedua, agar Pollycarpus datang ke Mabes Polri, Senin, 14 Maret.

Pollycarpus adalah pilot pesawat Garuda yang memberikan fasilitas tempat duduk kepada Munir ketika hendak ke Amsterdam, Belanda, 6 september 2004.

Pollycarpus yang saat itu sedang tidak menerbangkan pesawat mengaku mendapat tugas menjadi aviation security officer dalam pesawat yang ditumpangi Munir. Dalam perkembangan penyidikan terungkap bahwa terdapat kejanggalan pada surat penugasan Pollycarpus.

Surat penugasan untuk Pollycarpus ditandatangani Direktur Utama Garuda pada 11 Agustus 2004. Namun, dalam surat tersebut tidak disebutkan tanggal keberangkatan Pollycarpus, dan pesawat yang ditumpanginya.

Pada 6 September 2004 siang, Pollycarpus meminta sendiri surat penugasannya kepada sekretaris pilot kepala, Rohainil Aini untuk pesawat GA 974 yang akan terbang malam harinya.

Erwinda

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912]. Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].
Rachland Nashidik dan Munir
Rachland Nashidik dan Munir

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla: TPF akan Diberi Akses Penyelidikan
Siapa 'Menggunakan' Garuda Membunuh Munir?
Meneg BUMN Belum akan Tindak Direksi Garuda
Kapolri: "Direksi Garuda Pantas Diduga Terlibat Kematian Munir"
Penyidik Tidak Berkomentar Soal Pernyataan TPF
Direksi Garuda ke DPR Bahas Temuan Kasus Munir
Seorang Kru Garuda Tidak Kenal Saksi Kunci Kematian Munir
Tim Kasus Munir: Ada Indikasi Kuat Terlibatnya Direksi Garuda
Kru Garuda Diduga Mengetahui Penyebab Kematian Munir
Pollycarpus Tolak Pra Rekonstruksi Kasus Munir
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data