Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hubungan Dagang Indonesia-Malaysia Tak Terganggu
Rabu, 09 Maret 2005 | 15:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dunia usaha Indonesia dan Malaysia, menurut Presiden Kamar Dagang dan Industri Malaysia, Dato Seri Abdul Rahman Maidin, tidak akan terganggu kasus Ambalat. “Saya yakin mereka bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik melalui cara diplomasi,” kata Abdul Rahman Maidin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/3).

Menurutnya, dunia usaha di Malaysia yakin kasus Ambalat dapat diselesaikan dengan baik. Ia juga menganggap bahwa pemerintah kedua negara, perdana menteri Malaysia, dan presiden Indonesia dapat menyelesaikan masalah Ambalat. Malaysia ban yak meraih keuntungan dari proyek-proyek besar di Indonesia, terutama proyek-proyek infrastruktur. "Penanaman investasi Malaysia di Indonesia tidak akan terganggu. Pengusaha Malaysia tidak melihat ini (kasus Ambalat) sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan,” kata Abdul Rahman Maidin.

Menurut Abdul Rahman Maidin, Malaysia tidak akan membatasi usaha yang sudah berjalan maupun yang baru direncanakan. Sejak infrastructure summit, Abdul banyak proyek yang dapat dilakukan oleh Malaysia di Indonesia. “Proyek tersebut, seperti listrik, jalan tol, air, tidak akan dibatalkan,” kata Abdul Rahman Madin.

Senada dengan Abdul Rahman Maidin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Aburizal Bakrie juga menyatakan, proses Ambalat tidak terpengaruh pada kegiatan penanaman investasi di kedua negara. Mengenai tenaga kerja Indonesia, menurut Abdul Rahman Maidin, Malaysia masih membutuhkan banyak TKI.

Selain proyek infrastruktur, Malaysia juga masih melanjutkan rencana kerja sama dengan Indonesia di sektor perkebunan seperti kelapa sawit. Contoh, tak terganggunya kerja sama Indonesia-Malaysia, baru-baru ini penandatanganan kerja sama antara konsultan hukum Roossdiono & Partner dan Zaid Ibrahim & Co. “Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengadakan beberapa proyek infrastruktur yang baru dan juga reformasi hukum. Dengan berbagai pengalaman serta pengetahuan dengan rekanan kami, kerja sama ASEAN dapat ditingkatkan,” kata Datuk Zaid Ibrahim, pendiri dan pimpinan Zaid Ibrahim & Co.

Fanny Febiana

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Belum Perintahkan Penarikan Kekuatan
TKW Indonesia Diperkosa dan Disiksa
Tersengat Minyak Ambalat
Presiden: Indonesia Prioritaskan Perundingan Damai Dengan Malaysia
Satu Batalyon Marinir Disiapkan ke Ambalat
Mahasiswa Kediri Desak Pemerintah Konfrontasi dengan Malaysia
Indonesia Tidak Akan Bawa Kasus Ambalat ke ASEAN
Wakil Presiden Minta Krisis Ambalat Disikapi Bijak
DPD Tolak Cara Pemerintah Tangani Ambalat
Fron Pembela NKRI Juga Mobilisasi Massa
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Wayne Rooney Kecanduan PlayStation
Setio Rahardjo Meninggal Dunia
Menu Istimewa Eros Djarot
Jangan Gula Sembarang Gula
Tiga Pekerja Indonesia Disiksa di Irak

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data