|
Nasional
Pembentukan Partai Amanat Muhammadiyah Jadi Peringatan Buat PAN
Rabu, 09 Maret 2005 | 12:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:A.M. Fatwa, pendiri dan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) berpendapat, pembentukan Partai Perhimpunan Amanat Muhammadiyah (PAM), yang rencananya akan dideklarasikan siang ini, menjadi peringatan bagi partainya. Menurutnya, Muhammadiyah adalah basis utama dan penting bagi PAN. “Tanpa Muhammadiyah, PAN ibarat tidak punya roh dan kaki,” katanya di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu (9/3).
Fatwa menilai, PAN harus memberikan tempat secara proporsional kepada para kader Muhammadiyah, agar partai baru itu tidak membesar. “PAN harus memberikan tempat yang wajar kepada kader PAM yang telah memberikan andil besar bagi pembentukan PAN,” ujar Wakil Ketua Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.
Fatwa dapat memahami alasan ide-ide pembentukan PAM menjadi sebuah partai politik. Menurutnya, selain karena adanya landasan ideologi, rencana itu juga dipicu kekecewaan kader Muhammadiyah yang sudah berada di PAN. “Mereka merasa kepentingannya kurang terakomodisasi terutama pada masa pencalonan anggota legislatif,” kata dia, seraya menerangkan bahwa beralihnya PAM menjadi partai politik telah menjadi pusat perhatian pengurus partainya.
Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Mobil hias PAN pada karnaval/ kampanye bersama partai-partai peserta pemilu di jalan Thamrin, Jakarta, 19 Mei 1999 [TEMPO/ Mahanizar; 32D/258/1999; 20010406].](/hg/photostock/2005/01/13/s_32d25801_high_thumb.jpg) |
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (kiri) dan Siswono Yudohusodo (kanan) dalam acara Dialog Pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 30 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040826]](/hg/photostock/2004/12/10/s_AB04063025_high_thumb.jpg) |
|
|
| Amien Rais dan Siswono Yudohusodo
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|