|
Nasional
Aksi Demo di Palu Berakhir Rusuh
Senin, 07 Maret 2005 | 15:12 WIB
TEMPO Interaktif, Palu:Peringatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tak melakukan tindakan kekerasan terhadap unjuk rasa menentang kenaikan bahan bakar minyak cuma sampai di mulut. Polisi Resor Kota Palu tak dapat menahan diri, memukuli mahasiswa yang berunjuk rasa di pusat Kotya palu. Akibatnya, malah menimbulkan kemacetan dan suasana keos. "Mereka masih militerisitik dalam menjalankan tugasnya,"kata Koordinator Lapangan Demo itu, M.Taufik.
Aksi damai 300 mahasiswa se-Palu, dimulia pukul 10.00 pagi. Para pengunjuk rasa berorasi di depan kantor DPRD Sulteng di jalan Samratulangi. Mereka menuntut agar kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM ditinjau ulang karena kalau kebijakan tersebut tetap dijalankan maka pemerintahan SBY - Kalla akan mengalami resiko politik yang amat pahit. "SBY - Kalla harus
mundur dari jabatannya,"teriak pendemo.
Aksi itu dijaga ketat satu peleton polisi. Di tengah para mahasiswa berorasi, tiba-tiba batu melayang ke arah kumpulan polisi. Provokasi itu membuat para polisi naik pitam. Mereka memburu dan memukul para pengunjuk rasa dengan garang. Para pengunjuk rasa lari tunggang
langgang, berhamburan mencari perlindungan. Polisi mengejar sampai jalan raya, akibatnya jalan protokol kota itu macet.
Lima mahasiswa dilarikan ke rumah sakit, karena kepalanya bocor kena pentungan. Satu diantaranya mengalai luka serius sehingga mendapat bantuan pernapasan oksigen. Polisi juga menangkap tiga mahasiswa.
Aksi baru berakhir setelah tiga mahasiswa itu dilepaskan dengan bantuan lobi para anggota DPRD Sulawesi Tengah. Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tadulako, Taufik akan membawa insiden ini lewat jalur
hukum. Pihaknya juga telah menunjuk Lembaga
Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia (LPSHAM)Sulteng
sebagai pengacaranya. "Aparat keamanan dan pemerintah tak
berubah masih suka kekerasan,"katanya.
Menurut Taufik, para mahasiswa Palu tak akan surut dalam menentang kebijakan naiknya harga BBM, walaupun diperlakukan kasar. Rencananya para mahasiswa akan bertahan di gedung DPRD sampai para anggota dewan mau menandatangani penolakan harga BBM ini."Selasa besok kami konsolidasi, kami akan turun lagi menggelar demo,"ujarnya.
Darlis M.
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|