Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI AU Kirim Empat F-16 ke Ambalat
Senin, 07 Maret 2005 | 02:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:TNI Angkatan Udara, Minggu (6/3) mengirim empat pesawat F-16 untuk melakukan patroli bersama lima kapal perang di sekitar Ambalat. "Tapi ini bukan dalam rangka provokasi,"kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Joko Suyanto kepada wartawan, yang ditemui usai rapat di Istana Presiden, Jakarta, Minggu (6/3).

Suyanto dipanggil rapat oleh Presiden bersama tiga kepala staf angkatan lainnya dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Menurut Suyanto, pesawat itu berangkat dari Pangkalan TNI AU di Madiun. Hari Minggu pesawat sudah ada di pangkalan TNI AU terdepan, di Balikpapan.

Apakah langsung patroli? "Tergantung koordinasi dengan Angkatan Laut,"kata Suyanto. Pengiriman pesawat itu untuk melakukan tugas patroli bersama dengan angkatan lain. "Ini dalam rangka patroli di wilayah itu dengan AL, bukan dalam kerangka konfrontasi. Kita kan harus saling back up antara AU dan AL,"katanya.

Dengan pengiriman ini, pemerintah menambah kekuatan di perbatasan. Kapal perang, yang sebelumnya empat, kini menjadi enam kapal. Untuk pesawat terbang, empat F16 sudah berada di sana. Dalam rapat, Presiden memberikan penekanan agar kehadiran kekuatan itu semakin nyata untuk mempertegas kedaulatan wilayah Indonesia.

Pengiriman pesawat ini, menurut Suyanto, bukan perintah Presiden, melainkan perintah Panglima TNI. "Karena penggelaran dan penggunaan kekuatan kewenangan beliau (Panglima TNI),"katanya. TNI AU hanya menyiapkan kesiapan dan awaknya.

Hingga Minggu, menurut Suyanto, belum ada perkembangan, kedua angkatan masing-masing negara juga sudah saling kontak. "Panglima TNI dan panglima tentara Malaysia sudah telpon-telponan. Diharapkan itu tidak meluaskan ketegangan ini,"ujarnya. KSAD Letjen Joko Santoso, ditemui terpisah, menyatakan, TNI AD tidak mengirimkan pasukan ke perbatasan.

Abdul Manan


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721]. Tim akrobatik udara Jupiter Blue pada Hari Ulang Tahun/ HUT TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 27 April 2001 [TEMPO/ Rini PWI; 32D/333/2001; 20010605].
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketua MPR : Tolak Internasionalisasi Kasus Ambalat
Lambang : Posko Ganyang Malaysia Kekanakan
Pemuda Solo Bentuk Posko Lawan Malaysia
Anggota DPR: Kalau Perlu, Pemerintah Tembak Kapal Malaysia
Makassar Bentuk Front Ganyang Malaysia
Pemerintah Tetap Pertahankan Ambalat
LSM Malaysia Bentuk Tim Pantau Operasi Tegas
AU dan AL Berbeda Soal Pelanggaran Pesawat Malaysia
Biaya Balik Lagi TKI Ilegal Capai Rp 4 juta
Malaysia Tangkap Lagi 500 TKI Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI Angkatan Udara
Departemen Pertahanan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data