![(Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) berbincang-bincang dengan seorang polisi di luar kamar tahanan sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].)](/hg/photostock/2005/02/28/s_K18A04402_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Mira Agustina, istri Omar Al Farouq di rumahnya di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, 1 November 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K13A/068/2003; 20030331].)](/hg/photostock/2005/02/15/s_K13A06801_high_thumb.jpg) |
|
(Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) berbincang-bincang dengan seorang polisi di luar kamar tahanan sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].) |
|
|
(Mira Agustina, istri Omar Al Farouq di rumahnya di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, 1 November 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K13A/068/2003; 20030331].) |
|
|
|
|
 |
|
|
|
![(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].)](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030979_high_thumb.jpg) |
|
(Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Ralph L Boyce (kiri) menerima cindramata dari Azyumardi Azra setelah memberikan pidato pada seminar, "Indonesia Menuju Demokrasi Sejati Peluang dan Tantangan" di Hotel Hilton, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Rendra; K15A/416/2003; 20030625].) |
|
|
(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].) |
|
|
|
|
![(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].)](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030978_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Protes pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].)](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030974_high_thumb.jpg) |
|
(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].) |
|
|
(Protes pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].) |
|
|
|
|
![(Pesawat Garuda DC 9/ Woyla yang dibajak ketika sinngah di Penang Malaysia [ Repro Sunday Star; 12A/21/81; 20010418 ].)](/hg/photostock/2005/01/31/s_Bajak_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Polisi Gegana memeriksa lokasi ledakan bom di Yayasan Kesejahteraan Mahasiswa Iskandar Muda/ asrama mahasiswa Aceh di kawasan Manggarai, 16 Mei 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/340/2001; 20010530].)](/hg/photostock/2005/01/26/s_K1A34006_high_thumb.jpg) |
|
(Pesawat Garuda DC 9/ Woyla yang dibajak ketika sinngah di Penang Malaysia [ Repro Sunday Star; 12A/21/81; 20010418 ].) |
|
|
(Polisi Gegana memeriksa lokasi ledakan bom di Yayasan Kesejahteraan Mahasiswa Iskandar Muda/ asrama mahasiswa Aceh di kawasan Manggarai, 16 Mei 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/340/2001; 20010530].) |
|
|
|
|
![(Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena dikawal polisi Provost saat akan mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].)](/hg/photostock/2005/01/18/s_K18A04406_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS), Ralph L Boyce memberikan kata sambutan dalam uji coba pemeriksa/ detektor sidik jari yang diluncurkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di acara peragaan proses pemeriksaan visa biometrik di Kedutaan Besar (Kedubes) AS, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209] )](/hg/photostock/2005/01/18/s_SM04020905_high_thumb.jpg) |
|
(Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena dikawal polisi Provost saat akan mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].) |
|
|
(Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS), Ralph L Boyce memberikan kata sambutan dalam uji coba pemeriksa/ detektor sidik jari yang diluncurkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di acara peragaan proses pemeriksaan visa biometrik di Kedutaan Besar (Kedubes) AS, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209] ) |
|
|
|
|
|