Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sistem Adil untuk PTN dan PTS
Minggu, 06 Maret 2005 | 19:32 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Universitas Muhammadiyyah Surakarta (UMS) mendesak pemerintah segera mereformasi sistem pendanaan perguruan tinggi. Sistem yang berlaku saat ini dinilai tidak adil karena merugikan mahasiswa di perguruan tinggi swasta.

Dari data yang ada menyebutkan, setiap mahasiswa di PTN (perguruan tinggi negeri) mendapatkan subsidi dari pemerintah sekitar Rp 5 juta per tahun. Sedang subsidi yang diterima mahasiswa di perguruan tinggi swasta hanya Rp 5 ribu per tahun. "Sistem itu jelas tidak fair. Selama ini ada ketidakadilan dalam hal pendanaan mahasiswa oleh Negara,"ujar Adi.

Menurut Adi, muncul pemahaman keliru bahwa negara sama dengan negeri. "Artinya Negara hanya mengurusi sekolahan negeri saja. Ini kan merugikan masyarakat yang ingin memperoleh akses pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,"ujar Pembantu Rektor UMS, Adi Warsito Siswanto.

Selama ini, menurut Adi, PTN sangat dimanja dengan berbagai fasilitas dan pendanaan. Pemerintah tidak memperdulikan keberlangsungan pendidikan mahasiswa di perguruan tinggi swasta. "Ada unfairness karena pemerintah hanya mengurusi mahasiswa di PTN, lalu bagaimana dengan mahasiswa di PTS yang jumlahnya jauh lebih besar, mereka tidak pernah diperhitungkan pemerintah. Kalau pemerintah mengabaikan berarti pemerintah tidak peduli dengan kualitas pendidikan rakyatnya,"katanya.

Berawal dari persoalan itulah, UMS Surakarta akan memelopori sebuah gerakan reformasi pendanaan perguruan tinggi. "Perlu dicari solusi sistem pendanaan untuk perguruan tinggi,"ujar Adi.

Sebagai gerakan awal, UMS akan mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi swasta dari berbagai kota di tanah air pada Senin (7/3) di Solo. Mereka akan membahas usulan kepada pemerintah mengenai reformasi skema pendanaan di perguruan tinggi. Dalam kesempatan itu juga akan diundang anggota DPR Komisi X yang membidangi masalah pendidikan.

UMS sendiri mengusulkan dengan sistem voucher bagi mahasiswa. Subsidi dari pemerintah akan diberikan kepada mahasiswa berdasar rangking dalam ujian nasional SMU di setiap kabupaten/kota. "Mereka yang memiliki rangking tinggi subsidinya besar, semakin rendah rangkingnya semakin kecil subsidinya sampai tidak mendapat sama sekali. Jadi di perguruan tinggi manapun ia mendaftar, yang bersangkutan akan memperoleh voucher subsidi tersebut,"ujar Adi Warsito. Ia berharap perguruan tinggi lain juga punya usulan dalam pertemuan itu.

Anas Syahirul


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Aksi coret-coret pelajar/ murid SLTP setelah selesai Ebtanas, Jakarta, 7 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/062/2001; 20010704]. Gedung sekolah Assiddiqiyah yang jendelanya rusak, 26 April 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/371/2001; 20010602].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPRD dan Dinas Pendidikan: Guru Tak Boleh Mewajibkan Siswa Ikut Les
Orang Tua Siswa Protes Pungutan Les Oleh Guru
Pendidikan Dapat Tambahan Rp 4,2 Triliun Dana PKPS-BBM
Rancangan PP Standar Nasional Pendidikan Diserahkan ke Presiden Hari Ini
Indonesia-Singapura Perluas Kerja Sama Antaruniversitas
Anggaran Pendidikan Kota Solo Hanya 2,5 Persen
Permukaan Sungai Cisadane Mulai Meninggi
Kompetisi Sekolah Lingkungan Resmi Dibuka
22,67 Persen Siswa di Kota Malang Diprediksi Tidak Lulus Ujian Nasional
Depdiknas Bantah Keluarkan Berbagai Versi Draf RUU BHP
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data