Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Anggota DPR: Kalau Perlu, Pemerintah Tembak Kapal Malaysia
Minggu, 06 Maret 2005 | 05:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo, menyatakan pemerintah harus menggunakan cara-cara tegas menunjukkan penolakan terhadap keinginan pemerintah Malaysia. "Pemerintah harus terus menggelar kekuatan menunjukkan penolakan kepada Malaysia," tutur Djoko saat dihubungi via telepon di Jakarta (5/3).

Sebelumnya, kata dia, dalam rapat Komisi I dengan Menteri Pertahanan, Komisi I memberi rekomdendasi agar pemerintah bersikap tegas menghadapi Malaysia dalam mempertahankan kedaulatan Ambalat.

Djoko mengatakan cara-cara konfrontasi diperlukan untuk menunjukkan sikap pemerintah. Bahkan, dia menyarankan, apabila pihak Malaysia memasuki wilayah Ambalat, TNI dapat memberikan peringatan keras dengan menembak kapal Malaysia. "Tembak saja kapal yang memasuki wilayah, itu harus dilakukan sebagai peringatan. Saya rasa, kekuatan TNI AL tidak kalah dengan angkatan laut Malaysia," katanya.

Menurutnya, hal ini wajar dilakukan karena memang sudah secara jelas Ambalat merupakan bagian dari kedaulatan RI. "Tidak ada basisnya Malaysia mengakui kedaulatan Ambalat, jangan sampai kasus kejadian Sipadan dan Ligitan terulang kembali," katanya.

Djoko menekankan, dalam melakukan diplomasi dengan Malaysia, pemerintah hendaknya jangan mau negosiasi ataupun kompromi.

Disamping itu, katanya, hendaknya pemerintah membuka jalur diplomasi dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam. "Kita harus menjelaskan posisi kita bagaimana, sehingga mereka dapat memahami dan memberi dukungan," katanya. Menurutnya, negara tetangga kemungkinan mendukung Indonesia, mengingat negara lain, seperti Filipina pernah dirugikan dalam penentuan batas negara oleh Malaysia.

Dia mengatakan, Senin (7/3) DPR akan mengadakan rapat internal yang salah satunya membahas kasus Ambalat. Kemungkinan dari hasil rapat itu akan diadakan rapat gabungan antara TNI, Badan Intelijen Nasional (BIN), Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri. "Agar dapat didengar akar permasalahan, dan pembahasannya lebih komprehensif," katanya.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Masih Kompromi Tangani Kasus Ambalat
Makassar Bentuk Front Ganyang Malaysia
Pemerintah Tetap Pertahankan Ambalat
LSM Malaysia Bentuk Tim Pantau Operasi Tegas
AU dan AL Berbeda Soal Pelanggaran Pesawat Malaysia
Biaya Balik Lagi TKI Ilegal Capai Rp 4 juta
300 Pelintas Batas Asal Merauke akan Dipulangkan
Malaysia Tangkap Lagi 500 TKI Ilegal
LSM Malaysia Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus TKI di Damansara
Tidur di Hutan Menunggu Gaji
> selengkapnya...


Website

Departemen Pertahanan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [13]


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data