|
Nasional
PAN Yogyakarta Mencari Ketua Umum Yang Bersih
Jum'at, 04 Maret 2005 | 19:37 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Kader-kader Partai Amanat Nasional (PAN) Yogyakarta tengah menggodok proses pemilihan ketua umum partai, agar mendapat pemimpin yang betul-betul bersih. Salah satunya dengan meminta agar para kandidat ketua umum, menyatakan bersih diri dari segala tuduhan tidak bersih yang diarahkan kepadanya.
Salah satu calon Ketua Umum Pan yang dibidik, karena diduga tidak bersih adalah Fuad Bawazier. Fuad saat ini dimasukkan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) sebagai satu dari 38 nama anggota DPR yang terlibat korupsi. "Kami sedang membuat usulan agar semua kandidat menyatakan bersih diri dari persoalan KKN. Sebab selama ini, ada beberapa nama yang muncul dan dituduh terlibat KKN. Pak Fuad Bawazier, misalnya, beliau dimasukkan sebagai salah satu anggota DPR yang terlibat korupsi,"kata Ketua DPD PAN Kabupaten Sleman, Sudrajat Selo Rudjito.
Usulan itu, menurut Sudrajat jugah berlaku bagi semua kandidat ketua umum PAN. Tujuannya, agar siapapun yang terpilih sebagai ketua umum PAN nanti betul-betul sosok yang bersih dan bisa dipercaya.
Menurut Sudrajat, pernyataan bersih diri tidak hanya berlaku bagi kandidat yang sempat menjadi sorotan masyarakat tetapi bagi semua kandidat seperti Soetrisno Bachir, Hatta Radjasa, Didik J Rachbini maupun Din Syamsuddin. "Soetrisno Bachir, juga sempat dipersoalkan karena PT Ika Muda milik Bachir, pernah dimasukkan ke dalam BPPN yang sekarang sudah pay back,"katanya.
Din Syamsuddin yang juga sempat dipersoalkan dengan kasus Bank Persyarikatan. "AM Fatwa, juga sempat dipersoalkan atas laporan ICW yang terlibat KKN dalam kasus PT.Pura,"kata Sudrajat. Nama Didik Rachbini dan Hatta Radjasa, juga punya kewajiban yang sama agar warga PAN lebih siap menyongsong masa depan karena calon ketuanya merupakan sosok yang bersih. "Secara resmi, baik DPD maupun DPW PAN DIY telah mendukung Soetrisno Bachir. Tapi untuk masa depan PAN, kami segera membuat usulan agar DPW mengundang semua kandidat yang intinya nanti mereka menyatakan bersih diri. Sehingga dalam kongres PAN nanti, sudah tidak ada lagi pihak-pihak yang mempersoalkan kualitas para kandidat,"kata Sudrajat.
Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta Sukardiyani mendukung gagasan agar para kandidat ketua umum menyatakan bersih diri. Bahkan, pernyataan bersih diri itu, menurut Sukardiyani, harus sudah dilakukan para kandidat sebelum pelaksanaan kongres. Harapannya, agar masyarakat khususnya kader PAN dapat mengkritisi semua kandidat yang muncul. "Masalah ini bukan untuk menghalang-halangi salah satu kandidat karena semua kandidat mempunyai hak yang sama untuk maju dalam pemilihan ketua umum. Bahkan bukan hanya kandidat ketua umum saja, tetapi semua calon pengurus PAN, mestinya membuat pernyataan bersih diri,"katanya.
Mendekati pelaksanaan kongres PAN di Semarang, nama-nama kandidat ketua umum semakin mengkerucut. Dua nama yang populer adalah Soetrisno Bachir dan Fuad Bawazier. Hanya saja, kedua nama itu kini ramai dibincangkan karena diduga tidak bersih diri. Fuad termasuk satu dari 38 anggota DPR yang diduga korupsi. Sedang Bachir dipersoalkan dengan pay back PT Ika Muda miliknya dari BPPN.
Syaiful Amin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Mobil hias PAN pada karnaval/ kampanye bersama partai-partai peserta pemilu di jalan Thamrin, Jakarta, 19 Mei 1999 [TEMPO/ Mahanizar; 32D/258/1999; 20010406].](/hg/photostock/2005/01/13/s_32d25801_high_thumb.jpg) |
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (kiri) dan Siswono Yudohusodo (kanan) dalam acara Dialog Pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 30 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040826]](/hg/photostock/2004/12/10/s_AB04063025_high_thumb.jpg) |
|
|
| Amien Rais dan Siswono Yudohusodo
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|