Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Biaya Balik Lagi TKI Ilegal Capai Rp 4 juta
Jum'at, 04 Maret 2005 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Sebanyak 2.626 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (4/3). Mereka tiba dengan dua kapal yaitu KRI Tanjung Nusanive tiba pukul 11.30 dengan memuat 1.971 TKI, lalu sore harinya sebanyak 655 TKI tiba dengan KM Darma Kencana.

Mereka adalah kelompok terakhir TKI yang diberi amnesti (pengampunan dari pemerintah Malaysia). Para tenaga kerja disambut anggota Komisi IX DPR RI L Soepomo dan para pejabat daserah Jawa Timur. Dari atas kapal para TKI melambaikan tangan dan bersorak-sorai sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serempak. Bahkan seorang perempuan muda dari atas kapal berorasi "Kami tak ingin ke Malaysia lagi. Gaji kami tak dibayar pak,"teriaknya yang disambut tepuk tangan TKI lainnya.

Dua dari ribuan TKI itu langsung dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit Pelabuhan. Sutiani, 26 tahun, asal Lamongan, melahirkan sesaat setelah KRI Tanjung Nusanive bertolak dari Pelabuhan Portlang Malaysia 28 Pebruari lalu. Bayi perempuannya digendong oleh seorang suster KRI. "Saya lahir di atas kapal,"suaranya lemah sambil dipapah oleh suster menuju ambulan.

Selain itu, seorang nenek bernama Warturi, TKI asal Tanjung Kodok, Paciran Lamongan, juga digotong oleh ABK KRI. Kaki nenek umur 50 tahun ini patah. Ia tampak lemah bahkan sulit diajak komunikasi. "Mereka akan menjalani perawatan dulu di rumah sakit. Semua biaya perawatan ditanggung pemerintah,"kata Kepala dinas tenaga kerja Jatim, Sudjono.

Menurut Sudjono, para TKI ini akan diberi kesempatan mengurus proses pengembalian ke Malaysia dengan pelayanan satu atap dengan biaya Rp 2,9 juta. Tak heran pengumuman itu membuat kage5t para TKI yang baru datang. "Mosok kita dikembalikan lagi. Caranya gimana, kapan,?" kata Siti Kholifah, 25 tahun, asal Kalisat Jember.

Kholifah dan suaminya Suprayitno, 32 tahun, asal Sukodadi Lamongan, bertekad akan kembali lagi ke Malaysia secara legal. Mereka tak ingin menjadi TKI ilegal lagi seperti tiga tahun sebelumnya. "Kami ingin kembali yang baik-baik, asalkan pemerintah mau membantu, kami pasti ikut keinginan pemerintah,"ujar Ifah sambil menggendong anaknya yang berumur 10 bulan. Meski selama bekerja sebagai kuli bangunan Suprayitno menyatakan kerjanya lancar dan tak pernah kena 'garuk' polisi Malaysia.

Nasib Suprayitno lebih baik dibanding nasib Sarjono, 50 tahun, asal Gurah Kediri dan dua temannya Afifudin, 25 tahun dan Ansori, 27 tahun, asal Nganjuk. Ketiganya mengaku selama empat bulan tak digaji oleh PT Reka Bina Jaya, tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Yang lebih tragis lagi, paspornya juga dibawa lari oleh perusahaan itu. "Gaji saya 1.200 ringgit perbulan, selama empat bulan tak digaji,"kata Sarjono. Namun mereka siap kembali ke Malaysia.

Menurut, Ja'far Sodiq, Ketua Buruh Migran Indonesia, biaya pengembalian yang harus ditanggung oleh TKI ilegal yang akan kembali ke Malaysia sebagai TKI legal terlalu tinggi. Beban biaya yang sesuai dengan keputusan Dirjen Petugas Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), itu belum termasuk ongkos pesawat. Biaya TKI untuk kembali ke Malaysia secara keseluruhan Rp 4 juta. "Kami berharap pemerintah mengevaluasi keputusan itu,"kata Ja'far.

Menurut Ja'far, yang belum pernah terpikir oleh pemerintah, banyak diantara para TKI ilegal yang pulang ke Indonesia tak membawa duit cukup. Menanggapi keluhan itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim Saleh Ismail Mukadar, menyatakan akan menindaklanjuti persoalan biaya itu. DPRD akan meminta ke pemerintah pusat agar biaya Rp 2,9 juta itu termasuk biaya tranportasi. "Kami tetap akan meminta ke pemerintah untuk memotong biaya ini. Biaya Rp 2,9 ini include dengan biaya tranportasi dan lainnya,"kata Saleh.

Adi Mawardi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Para TKI/ TKW yang sedang menunggu panggilan wawancara di Kantor Imigrasi  Malang, Jawa Timur  [Kontibutor TEMPO/ Isra Ramli <isra_ramli@hotmail.com>, 200107]. Para TKI yang kembali dari Tawao Malaysia beristirahat di dalam lokasi penampungan Mambunut,  Nunukan, Kailmantan Timur, Rabu, 11/09/2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021017]
TKI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malaysia Tangkap Lagi 500 TKI Ilegal
Lukman Janji Tidak Akan Kerja Lagi di Malaysia
Ada 449 TKI yang Kena Razia di Malaysia
Rombongan TKI Amnesti Terakhir Tiba di Surabaya Besok
Angkutan Umum Kota Bekasi Diputuskan Naik 30 persen
TKI Ilegal Akan Tuntutaskan Kasus Damansara
Majikan dan TKI Ilegal Dibawa ke Pengadilan Secepatnya
LSM Malaysia Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus TKI di Damansara
Tidur di Hutan Menunggu Gaji
TKI Ilegal Terjaring Operasi Tegas
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data