Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Lukman Janji Tidak Akan Kerja Lagi di Malaysia
Kamis, 03 Maret 2005 | 20:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Lukman. mandor pembangunan kondominium Damansara Damai di Selangor Malaysia
beserta ke-90 orang TKI ilegal bermasalah berjanji tidak akan kembali ke Malaysia setelah
menyelesaikan tuntutan gaji yang belum dibayarkan. "Kami ingin membuat restoran atau
berdagang di kampung," kata Lukman di kantor Migrant Care Jakarta, Kamis (3/3).

Lukman merasa sangat sakit hati atas perlakuan pihak subkontraktor Plato Construction yang
melarang TKI melanjutkan upaya mereka menuntut gaji yang selama 3 bulan belum dibayar.
"Kekerasan yang dilakukan Plato Construction sangat tidak berperikemanusiaan. Memandang
kita bukan manusia, biadab memang. Kongsi atau bedeng kita dibongkar paksa. Makan
dihentikan di warung pihak Plato. Niat betul mau mengusir kita agar tidak menuntut gaji
kita lagi," katanya.

Penderitaan mereka ditambah fitnah yang dilontarkan Menteri Sumber Daya Manusia Fong Chan
Oong. Fong telah menyebarkan fitnah bahwa Lukman membawa lari gaji para TKI yang belum
dibayarkan sebesar RM 500 ribu. Padahal, gaji ke-90 orang tersebut belum dibayarkan hingga
sekarang. "Tuduhan Datuk Fong Chan Ong tidak beralasan karena tidak sesuai fakta," bantahnya.

Lukman dan rekan-rekannya telah melaporkan kasus fitnah ini ke pihak kepolisian Diraja
Malaysia. "Mereka (polis) tidak berani karena yang diadukan adalah menteri," katanya.
Kepulangan Lukman dkk selama seminggu ke Indonesia ini untuk mengurus izin pemerintah
Indonesia agar dapat kembali ke Malaysia. "Untuk memperjuangkan kembali gaji kami," katanya.

Kepulangan mereka telah mendapat izin dari pengacara mereka, MD. Radzi B. Mustafa, yang
membantu mereka dalam menuntut Plato Construction ke Pengadilan Perselisihan Perburuhan
Malaysia.

Ami Afriatni-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Para TKI/ TKW yang sedang menunggu panggilan wawancara di Kantor Imigrasi  Malang, Jawa Timur  [Kontibutor TEMPO/ Isra Ramli <isra_ramli@hotmail.com>, 200107]. Para TKI yang kembali dari Tawao Malaysia beristirahat di dalam lokasi penampungan Mambunut,  Nunukan, Kailmantan Timur, Rabu, 11/09/2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021017]
TKI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ada 449 TKI yang Kena Razia di Malaysia
Rombongan TKI Amnesti Terakhir Tiba di Surabaya Besok
Majikan dan TKI Ilegal Dibawa ke Pengadilan Secepatnya
LSM Malaysia Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus TKI di Damansara
Tidur di Hutan Menunggu Gaji
TKI Ilegal Terjaring Operasi Tegas
Kasus Damansara Damai Diajukan ke Pengadilan Perburuhan Malaysia
Sepi, TKI Ilegal yang Pulang Melalui Batam
Ratusan Ribu TKI Kembali ke Malaysia
Malaysia Mulai Buru TKI Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data