Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kapuspen TNI: IMET Hanya Sebagai Komparasi
Kamis, 03 Maret 2005 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsudin mengatakan, hasil pendidikan dan pelatihan yang diperoleh perwira-perwira TNI dalam International Military Education and Training (IMET) bukanlah suatu hal yang wajib untuk diimplementasikan di tubuh TNI.

"Ia (perwira TNI yang mengikuti IMET) membawa ke sini sebagai bahan komparasi, sebagai pembanding, sistem yang ada di TNI," kata Sjafrie kepada pers, Kamis (3/3).

Menurutnya, para perwira-perwira yang mengikuti program IMET dituntut kemampuannya untuk mengambil dari pelatihan dan menerapkannya sesuai dengan sistem yang ada di TNI. "Kami tidak boleh melakukan apa yang kami serap di sana (dalam IMET) diterapkan secara bulat-bulat di Indonesia. Karena kita berbeda sistem," kata dia.

Ditanya bagaimana peran para alumnus IMET di TNI, Sjafrie menjawab, peran mereka biasa saja. Artinya, peran mereka sebagai orang-orang TNI yang pernah sekolah di sana sama saja tidak berbeda dengan personel TNI yang tidak ikut dalam IMET.

"Tidak ada argumentasi bahwa mereka yang lulusan IMET harus tampil, tidak. Karena kami memiliki sistem pembinaan karier yang spesifik, kedudukan dan peran mereka sama dengan perwira yang lain," kata Sjafrie menanggapi ujaran dari Menteri Pertahanan bahwa lulusan IMET nantinya akan berperan besar dalam membangun TNI yang profesional.

Sjafrie sendiri adalah salah satu alumnus program IMET. Dirinya berkesempatan mengikuti program Training Teknik tahun 1981 dan Training Suslapa tahun 1985 ketika masih berpangkat perwira menengah.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota ABRI/ tentara sedang berbaris di lapangan parkir timur Senayan, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Bodi CH; R1A/335/1996; 20010321]. Tentara Kodam Jaya saat latihan dengan perahu karet di Pantai Tangerang. [TEMPO/  Rini PWI; 32D/033/2001; 20010207].
Tentara Kodam Jaya
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menhan: 9 Perwiran Akan Ikut Diklat di Amerika Serikat
Panglima TNI: TNI Lebih Pilih Beli Suku Cadang Ketimbang Herkules Bekas
120 Mantan Prajurit Cadangan Tuntut Uang Pesangon
Panglima TNI: Saya Tidak Mau Mendikte Presiden
Letnan Jenderal Djoko Santoso, KASAD Baru
Masih Ada 3.000 Militer Asing di Aceh
Ryamizard: Jangan Jadi Bangsa Pemimpi
Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
Da'i Bachtiar Tolak Penggabungan Polri dan TNI di bawah Dephan
Tentara Diduga Selundupkan Kayu di Papua
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data