Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

NASIONAL

Korupsi Daerah Diduga Libatkan Sindikat Mafia
Kamis, 03 Maret 2005 | 11:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Terdapat indikasi korupsi di daerah melibatkan sindikat mafia antara elite penguasa lokal, baik eksekutif atau legislatif, dan jajaran yudikatif. “Sindikat mafia ini ditopang mekanisme yang bernama musyawarah pemimpin daerah,” kata Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah Laode Ida dalam rapat konsultasi Panitia Ad Hoc I DPD dengan Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri, dan Komisi Pemerantasan Korupsi di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (3/3).

Menurut Laode, penyelesaikan kasus-kasus korupsi semakin sulit diidentifikasi karena adanya lobi-lobi informal tertutup antarpejabat daerah yang terlibat dengan penyidik. Ia juga menyatakan, pihak aparat pemerintah yang terdiri dari Kejaksaan Agung, KPK, dan kepolisian memiliki komitmen yang rendah dalam penanganan korupsi di daerah.

Seharusnya, kata dia, aparat hukum lebih proaktif menyelesaikan permasalahan korupsi di daerah. "Seharusnya penyidik di Jakarta yang memiliki kekuasaan dan kewenangan menanganinya," ujarnya. Tanpa turun tangan otoritas penyidik pusat, menurut dia, kasus korupsi sulit ditangani.

Di tempat sama, Jaksa Agung Abdurrahman Saleh menyatakan bahwa sampai Januari 2005 Kejaksaan Agung telah melakukan penyelidikan 42 kasus korupsi di DPRD tingkat dua. Antara awal Januari sampai akhir Desember 2004 kasus korupsi yang ditangani sebanyak 1.367 kasus. Dari jumlah ini, yang memenuhi syarat pelimpahan penuntutan ada 579 perkara. "Sebagian besar kasus korupsi melibatkan birokrasi aparat pemerintah dan swasta," kata dia.

Menurut Jaksa Agung, sejak 2002 terdapat fenomena penyimpangan APBD atau korupsi di daerah yang melibatkan jajaran angota DPR, MPR, DPRD, dan eksekutif --gubernur atau walikota. (Yuliawati)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tersangka Korupsi DPRD Depok Diserahkan ke Kejati
BBM Kemungkinan Naik Malam Ini
DPD dan Presiden Bahas 6 Isu Daerah
DPRD Tangerang Desak Bawasda Periksa Proyek Gedung Dewan
Presiden Setujui Pemeriksaan Bupati yang Diduga Terlibat Korupsi
LSM: DPR Prioritaskan RUU yang Memperkuat Pemberantasan Korupsi
MA Jamin Tidak akan Bebaskan Koruptor
Kejati Sulteng Proses 56 Kasus Korupsi
IPW Sorot Penindakan Pelanggaran Aparat Kepolisian
Polda Jateng Kebut Penyidikan 18 Kasus Korupsi
> selengkapnya...


Referensi

Sejahtera Dulu, Baru Berantas Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No.22 Thn.2003 Tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data