Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Majikan dan TKI Ilegal Dibawa ke Pengadilan Secepatnya
Kamis, 03 Maret 2005 | 01:21 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Majikan yang mempekerjakan tenaga kerja ilegal, dan pekerjanya sendiri, yang tertangkap dalam Operasi Tegas, akan dibawa ke pengadilan secepatnya. Direktur Imigrasi Pusat Putrajaya Dato Ishak Mohammad menjelaskan, mereka akan dibawa ke pengadilan selambat-lambatnya 14 hari sejak ditahan.

“Kami akan proses secepatnya supaya tidak menimbulkan masalah lain," katanya kepada Tempo di kantornya, Kuala Lumpur kemarin sore. Menurut Ishak, razia pekerja ilegal akan terus dilakukan sampai Malaysia bersih dari pendatang haram.

Selama dua hari operasi, Malaysia telah memeriksa 5.521 orang tenaga kerja ilegal. Dari jumlah itu, 4.958 orang dilepas karena memiliki izin kerja yang sah.

Adapun 560 orang ditahan karena tidak memiliki dokumen yang sah. Rinciannya, 370 orang dari Indonesia, 108 Filipina, 23 Perancis, 18 Myanmar, 16 Thailand, 8 Bangladesh, 5 Inggris, 4 Nepal, 3 Pakistan, 2 India, 2 Amerika, dan masing-masing 1 orang dari Italia dan Kroasia. Mereka ditempatkan di kamp pemampungan sementara untuk menunggu proses mahkamah dan proses hukum sebelum dideportasi.

Selain pekerja, operasi yang mengerahkan ratusan ribu relawan itu juga berhasil menangkap 2 orang majikan di Johor Baru, dan seorang di Pulau Pinang karena melindungi pekerja ilegal asal Indonesia.

"Bagi mereka yang diproses secara hukum, akan dideportasi dan tidak akan bisa memasuki Malaysia lagi karena akan di-balcklist,” kata Menteri Keselamatan Dalam Negeri Y.B. Dato Azmi Khalid kepada wartawan di kantornya, kemarin petang.

Dia menjamin, operasi yang dilakukan setelah masa amnesti habis tiga hari lalu itu tetap memperhatikan unsur hak azasi manusia. Azmi pun menjanjikan operasi itu tak akan membuat hubungan dengan negara lain, terutama Indonesia, memburuk.

“Memang Presiden (Susilo Bambang) Yudhoyono mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Abdullah Badawi yang isinya jangan sampai mencambuk TKI ilegal yang ditahan. Permintaan itu tentu akan dibicarakan ditingkat kepala negara nanti” ujar Azmi.

Taufik Salengke

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Martha Toni, ibunda dari Nirmala Bonat, seorang tenaga kerja asal Indonesia yang mengalami kekerasan di Malaysia di rumah Megawati di Kebagusan, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2004. Ibunda Nirmala Bonat menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai keberangkatan Nirmala ke Malaysia karena memang orang tuanya tidak memberikan ijin berangkat untuk menjadi tenaga kerja asal Indonesia. [TEMPO/ Tommy Satria; K21A/246/04; 20040526]
Megawati Soekarnoputri dan Martha Toni

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ratusan Ribu TKI Kembali ke Malaysia
Malaysia Mulai Buru TKI Ilegal
Majikan Mendesak Pemerintah Malaysia Segera Urus TKI
Mulai 1 Maret Malaysia Razia TKI Ilegal Lagi
Presiden Berjanji Perjuangkan Nasib TKI Suhaidi
Berkas Pemeriksaan Kapten Syueb Diserahkan ke Oditur
Anggota Dewan Minta TKI Ilegal Dilegalkan di Malaysia
Gempa 5,7 Skla Ritcher Kembali Goyang Aceh
Anggota Dewan Inginkan Malaysia Tindak Manajemen Damansara
Anggota DPR Diusir Dari Kantong TKI Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data