|
Nasional
Mendagri Minta Polisi Usut Tuntas Tawuran STPDN
Rabu, 02 Maret 2005 | 20:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf meminta polisi membuat berita acara pemeriksaan dalam kasus tawuran antarmahasiswa Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri dua hari lalu. "Supaya saya tahu apa akar masalahnya," ujar Ma'ruf usai rapat kerja dengan Komisi Pemerintahan Daerah DPR di gedung parlemern, Jakarta, Rabu (2/3).
Dalam tawuran yang melibatkan ratusan mahasiswa itu, 11 orang luka-luka akibat terkena pukulan, lemparan piring, gelas, dan benda lain. Tawuran melibatkan mahasiswa tingkat II dan tingkat IV.
Ma'ruf juga meminta Kepala Pendidikan dan Latihan Departemen Dalam Negeri turun ke lapangan untuk mengumpulkan data. "Saya minta persoalan dilokalisasi," ujarnya.
Menteri berpendapat, terulangnya kasus kekerasan di kampus STPN karena jumlah pengasuh dan pendidiknya tidak seimbang. Akibatnya, pengawasan terhadap mahasiswa pun tidak optimal. Pihaknya akan mengevaluasi masalah ini.
Polisi Rabu (2/3) malam telah memeriksa enam mahasiswa STPDN. Mereka terdiri dari empat orang mahasiswa tingkat II, dan dua orang mahasiswa tingkat IV. Polisi masih memeriksanya sebagai saksi.
"Hasyim Siregar adalah calon tersangka kasus penganiayaan terhadap praja (mahasiswa) Simon Salos," kata Kapolres Sumedang, Ajun Komisaris Besar Polisi Yoyok Subagiono, saat dihubungi Tempo. Rencananya, hari ini polisi memeriksa enam mahasiswa yang lain.
Selain Hasyim, pemeriksaan intensif juga akan dilakukan terhadap Simon. Keduanya adalah mahasiswa yang terlibat perselisihan awal, sebelum akhirnya bentrokan terjadi di ruang makan STPDN itu.
Rurit/Dwi Wiyana
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|