|
Nasional
Dephan Kaji Ulang Pembelian Pesawat Baru
Rabu, 02 Maret 2005 | 16:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono, mengatakan akan mengkaji ulang pembelian pesawat baru maupun suku cadang pesawat. Hal ini berkaitan dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Endriatono Sutarto di depan Komisi I DPR RI yang menyebut Mabes TNI membatalkan pembelian 2 pesawat bekas Herkules tipe C 130 beserta suku cadangnya untuk sejumlah pesawat TNI AU yang tidak optimal.
"Kita sedang mengkaji ulang sekarang, karena begitu banyak tawaran pembelian suku cadang maupun pesawat baru," kata Menhan usai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, Rabu (2/3).
Menhan mengaku dirinya sampai kewalahan menerima tamu-tamu yang berniat menawarkan suku cadang maupun pesawat pertahanan. "Kita lihat saja nanti, apakah sesuai dengan prosedur pengajuan dari masing-masing angkatan," kata Yuwono.
Selain itu, kata Yuwono, harus dipenuhi syarat-syarat legal formal dan syarat-syarat ketersediaan anggaran maupun proses anggarannya. "Kita lihat juga apakah syarat-syarat pembayaran dan keuangannya sudah tepat sesuai ketentuan departemen keuangan, kemudian secara hukum juga harus dilihat dengan ketentuan dari Menteri Hukum dan HAM," kata Yuwono.
Mengenai pembatalan pembelian senjata, Menhan mengungkapkan bahwa setelah bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh, Dephan melihat kebutuhan akan pesawat-pesawat transport dan pengangkut lebih dibutuhkan.
"Yang kita lakukan adalah penundaan (pembelian senjata), karena setelah peristiwa tsunami yang kita utamakan adalah pesawat transport, pesawat pengangkut untuk logistik bantuan untuk korban bencana, mungkin tahun depan bisa kita perkirakan lagi apakah perlu untuk membeli pesawat tempur, seperti Sukhoi," kata Yuwono.
Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|