Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ratusan Ribu TKI Kembali ke Malaysia
Selasa, 01 Maret 2005 | 06:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 350 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) diperkirakan akan kembali ke Malaysia secara legal.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris, setiap hari mulai Kamis (3/3), 11 ribu pekerja akan meninggalkan Tanah Air untuk bekerja kembali di negeri jiran itu.

"Saya gembira karena sekitar 350 ribu warga Indonesia yang meninggalkan Malaysia pada masa perpanjangan amnesti kini kembali bekerja secara legal," kata Fahmi setelah menjemput kedatangan 73 pekerja di Dermaga Swettenham, Penang, seperti dikutip Bernama.

Para pekerja itu mengurus berbagai dokumen keimigrasian di 11 layanan satu atap di sejumlah daerah yang dibuka sejak 23 Februari lalu. Gelombang pertama tenaga kerja Indonesia yang datang kemarin adalah pekerja konstruksi. Mereka mengurus dokumen di layanan satu atap Belawan, Medan.

Selain di Belawan, layanan satu atap juga telah dibuka di Dumai, Tanjung Uban (Sumatera), serta Entikong, dan Nunukan (Kalimantan). Layanan serupa akan dibuka di Jakarta, Semarang, Surabaya, Lombok, Kupang, dan Pare-pare.

Berbeda dengan pekerja yang menaati aturan Malaysia, kemarin ratusan pekerja dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mendatangi perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kuala Lumpur. Mereka meminta status pengungsi temporer guna menghindari aksi perburuan yang dilakukan pemerintah Malaysia mulai hari ini.

Sementara itu, ratusan pekerja Indonesia ilegal kemarin berkumpul di kedutaan. Mereka menunggu angkutan ke Pelabuhan Klang, tempat kapal TNI AL akan mengangkut mereka menuju Tanah Air.

Sebanyak 90 pekerja yang sempat bertahan di bangunan di Damansara Damai, Selangor, kemarin juga memutuskan pulang, meski belum memperoleh gaji dari majikan. Mereka menumpang KRI Tanjung Nusanive 973 menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. "Sebagian dari kami akan turun di Semarang dan daerah asal masing-masing," kata Lukman, salah satu pekerja.

Setelah masa perpanjangan amnesti berakhir kemarin, pemerintah Malaysia menurunkan puluhan ribu anggota Sukarelawan Rakyat (Rela) dalam Operasi Tegas untuk memburu pekerja ilegal di negara itu. "Kami yakin, masih banyak pekerja ilegal yang bersembunyi," kata Mahadi Arshad, pemimpin Rela. "Dan kami tahu, di mana mereka bersembunyi."

Th Salengke/AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Martha Toni, ibunda dari Nirmala Bonat, seorang tenaga kerja asal Indonesia yang mengalami kekerasan di Malaysia di rumah Megawati di Kebagusan, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2004. Ibunda Nirmala Bonat menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai keberangkatan Nirmala ke Malaysia karena memang orang tuanya tidak memberikan ijin berangkat untuk menjadi tenaga kerja asal Indonesia. [TEMPO/ Tommy Satria; K21A/246/04; 20040526]
Megawati Soekarnoputri dan Martha Toni

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malaysia Mulai Buru TKI Ilegal
Majikan Mendesak Pemerintah Malaysia Segera Urus TKI
Mulai 1 Maret Malaysia Razia TKI Ilegal Lagi
Presiden Berjanji Perjuangkan Nasib TKI Suhaidi
Berkas Pemeriksaan Kapten Syueb Diserahkan ke Oditur
Anggota Dewan Minta TKI Ilegal Dilegalkan di Malaysia
Gempa 5,7 Skla Ritcher Kembali Goyang Aceh
Anggota Dewan Inginkan Malaysia Tindak Manajemen Damansara
Anggota DPR Diusir Dari Kantong TKI Ilegal
90 TKI Bertahan di Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data