Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Tolak Keterlibatan Penasehat Asing dalam Perundingan
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 23:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Delegasi Pemerintah Indonesia dan delegasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum
mencapai kesepakatan mengenai tawaran pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam, dalam pembicaraan kedua yang berlangsung di Helsinki, Finlandia.

Karena itu, papar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS usai bertemu
Presiden, Jum?at (25/2), di Kantor Kepresidenan, Jakarta, pertemuan akan dilanjutkan
kembali April mendatang. Namun, Widodo menegaskan dalam pertemuan April nanti, Indonesia
menolak keterlibatan (kehadiran) penasehat dan mediator asing (international advisor) yang
dibawa delegasi GAM selama pertemuan.

"Kita perlu mempelajari ke depan, apabila ada pembicaraan lanjutan, satu hal yang menjadi
perhatian pemerintah RI mengenai keterlibatan international advisor, NGO dan sebagainya.
Sekali lagi kita tekankan masalah Aceh adalah masalah domestik, kalau ada pembicaraan
informal keterlibatan itu terbatas pada fasilitator," katanya.

Penolakan ini sudah disampaikan delegasi Indonesia kepada fasilitator pertemuan, yaitu
Mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari. Kepada fasilitator, Widodo menyampaikan masalah
Aceh merupakan masalah domestik Indonesia dan tidak ingin menjadikannya masalah
internasional. Namun Widodo tidak mengelak bahwa ada kemajuan pada pertemuan kedua ini,
dibandingkan pertemuan pertama, 28 Januari lalu. Awalnya, pada hari pertama pertemuan,
delegasi GAM tidak memberikan respon sepenuhnya pada agenda utama, yakni tawaran
otonomi khusus. Tetapi pada hari kedua pihak GAM memberikan respon dan secara substantif
juga membahas hal-hal yang menjadi bagian dari agenda utama antara lain bagaimana
pelaksanaan otonomi khusus, pemilu, partai-partai lokal, serta pelaksanaan pemilihan
kepala daerah yang berlangsung Juni mendatang.

"Tapi masih ada perbedaan pandangan antara delegasi RI dan GAM, dimana pemahaman terhadap
otonomi khusus pihak GAM sensitif untuk menerima itu," jelasnya. Karena itu, GAM
mengusulkan melaksanakam pemerintahan sendiri (self government). Namun Pemerintah
mengakui belum memahami maksud usulan ini. "Mungkin menyangkut logika semantik, istilah,
tapi barangkali kita harus meyakini ada substansi yang lebih jelas tentang apa yang
sekarang berjalan di Aceh mengenai otonomi khusus," ungkapnya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri meminta delegasi menyiapkan rancangan (drafting)
untuk mencapai kesepakatan yang lebih substantif pada pertemuan mendatang. "Tapi kita
harus meyakinkan dulu terhadap adanya perbedaan pandangan sebelum masuk dalam tahap
drafting itu sendiri," ujar Widodo mengutip pesan Presiden. Saat ini, pemerintah tetap
memfokuskan penyelesaian Aceh pasca bencana. "Pertama menyelesaikan tanggap darurat,
kemudian masuk dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Saya kira pelaksanaan semua itu butuh
waktu yang cukup lama, dengan resource yang besar, dibutuhkan atmosfer yang kondusif,
termasuk keamanan," ujar Widodo.


Sunariah - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes Ikatan dan Pemuda Aceh Jakarta (IMAPA JAYA) menyampaikan petisi damai dengan membawa poster Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono pada jumpa pers tentang hubungan diplomatik antara RI dan Swedia usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 3 Juni 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/398/2003; 20030626].
Protes IMAPA JAYA
Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Permintaan "Self Governance" GAM
Perundingan Dengan GAM Harus DiMove ke Aceh
Presiden: Otonomi Khusus Solusi Final Konflik Aceh
Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
Pemerintah RI Tetap Berniat Lanjutkan Perundingan dengan GAM
KSAD: Konflik Aceh Selesai Jika GAM Menyerah
Perundingan RI-GAM Masih Alot
Mendagri Tolak Berkomentar Soal Perundingan RI-GAM
Pemerintah Indonesia dan GAM Berunding Minggu Ini
Pemerintah Bantah Tawaran Gencatan Senjata Inisiatif GAM
> selengkapnya...


Referensi

Bersemilah Damai di Aceh
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 43Thn.2003 Tentang Pengaturan Kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat Dan Jurnalis Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data