|
Nasional
Survei LSI: PPP Semakin Tidak Populer
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 22:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) menjelaskan jika pemilihan umum
dilakukan saat ini juga, maka Partai Persatuan Pembangunan hanya mendapat suara 2,6 persen.
Dalam pemilu 2004, PPP memperoleh suara 8,16 persen atau berada di urutan ke empat. Lembaga
ini mengusulkan perlunya regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang Ka'bah
ini mengingat 80 persen pemilih lahir di atas tahun 1969.
Hasil survei itu, Jumat (25/2) dipaparkan Direktur Eksekutif LSI Deny J.A di depan peserta
Silaturahmi Nasional PPP di di Jakarta. Menurut Denny J.A, yang menjadi tim sukses pasangan
Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, survei itu dilaksanakan 1-6 Februari 2005 di seluruh
Indonesia dengan 150 desa dan kota. Jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Metode
penelitian menggunakan multystage random sampling.
Di tempat yang sama, Usamah Hisyam ketua panitia Silatnas menyatakan dari rekomendasi
LSI diperlukan adanya peruabahan-perubahan apabila PPP ingin bangkit menjadi partai yang
lebih dipandang masyarakat. Bentuk perubahan yang diusulkan diantaranya masalah kepemimpinan
dan kepedulian PPP dalam membawa isu-isu yang dianggap penting oleh masyarakat.
"Hasil penelitian LSI ini merupakan penelitian yang akurat dan LSI sendiri diakui sebagai
lembaga peneliti yang kredible. Dari hasil penelitian ini memberikan isyarat perlunya
perubahan," kata Usamah, anggota tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono, kepada wartawan.
Menurut Usamah, proses perubahan termasuk pergantian kepemimpinan masih menunggu pandangan
peserta Silatnas. "Muktamar dipercepat masih menunggu pandangan-pandangan dari peserta,"
kata dia.
Usama menjelaskan apabila nanti disepakati adanya muktamar dipercepat akan mengikuti proses
yang konstitusional melalui persetujuan perwakilan di bawah. "Muktamar dipercepat tidak
lewat Silatnas, tapi mungkin kader-kader dapat meneruskan isunya melalui DPC atau DPW,"
katanya.
Yuliawati-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|