Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Tidak Setuju Privatisasi Rumah Sakit Milik Pemerintah
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 13:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, menyatakan Departemen Kesehatan dan Presiden sependapat bahwa rencana privatisasi rumah sakit milik pemerintah menyalahi konstitusi UUD 1945. Pasalnya, dengan langkah privatisasi kemungkinan besar akan semakin menjauhkan masyarakat dari pelayanan kesehatan.

Menurut Supari, Departemen kesehatan telah melakukan telaah dan kajian soal rencana privatisasi rumah sakit tersebut, baik dari segi hukum, sosial kemasyarakatan hingga yang menyentuh aspek-aspek moral. "Saya sendiri telah menyerahkan langsung hasilnya kepada Presiden, dan ternyata beliau sependapat," ujar Supari kepada wartawan, Jumat (25/2). Lebih lanjut ia mengharap, agar upaya langkah privatisasi tersebut ditinjau ulang.

Sebelumnya diberitakan, terdapat rencana privatisasi terhadap tiga rumah sakit milik pemerintah yang beroperasi di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Pasar Rebo dan Rumah Sakit Haji Pondok Gede di Jakarta Timur dan Rumah Sakit Cengkareng di Jakarta Barat.

Menurut Supari, bila privatisasi rumah sakit ini diteruskan dikhawatirkan pihak pengelola rumah sakit bakal lebih mengedepankan aspek bisnis ketimbang pelayanan publik. Pasalnya, rumah sakit akan mengejar target menutup investasi dan mendapat keuntungan dari pasien. "Dorongan seperti ini akan menyebabkan dokter akhirnya terdorong melakukan tidak rasional dengan mengesampingkan aspek etika," ujarnya pula.

Lebih lanjut ia menyatakan, dampak privatisasi akan lebih dirasakan golongan masyarakat ekonomi kelas menengah ketimbang masyarakat ekonomi golongan bawah. Alasannya, pemerintah telah memberi jaminan asuransi kesehatan nasional pada golongan masyarakat ekonomi bawah. "Jadi tidak benar dalih privatisasi akan dapat menyumbang sejumlah uang untuk pengobatan fakir miskin. Karena pemerintah sudah menjamin itu," katanya lagi.

Rinaldi Dorasman

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Lemari es untuk menyimpan mayat di kamar mayat RS M Jamil Padang [ Dok TEMPO/ Fachrul Rasyid; 12B/015/83; 20010504 ]. Kesibukan di loket rumah sakit (RS) Dr Pringadi, Medan. [TEMPO/ Mukhlizardi Mukhtar; 37C/199/89; 20001216].
RS Dr Pringadi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Depkes Kembali Turunkan Harga Obat Esensial Generik
Setelah Disuntik Vitamin di RS St. Carolus, Marta Lumpuh
DPRD: Pendataan Orang Miskin Harus Akurat
Warga Buyat Cabut Gugatan Terhadap Menteri Kesehatan
Korban Malpraktik Adukan Dua dokter RS Fatmawati
Penyakit PEKAT Sulit Diberantas
Korban DBD di Jakarta Selatan Terus Bertambah
Presiden Canangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk Nasional
Presiden Himbau Aparat Lakukan Pemberantasan DBD
Polisi Hentikan Pemeriksaan Dugaan Malpraktik
> selengkapnya...


Referensi

Penjelasan Menteri Kesehatan Tentang Praktek Kedokteran (Termasuk Malapraktek)
Baku Tuding Malapraktek
Trend CDR dan SR TB Paru (1997-2003)
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Rabies di Indonesia 1998 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data