Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panglima TNI: Saya Tidak Mau Mendikte Presiden
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 11:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Edriartono Sutarto menyampaikan dirinya tidak mau ikut campur wewenang Presiden untuk menentukan siapa penggantinya nanti. "Saya tidak mau sebutkan, nanti dikira mendikte Presiden," kata Endriartono usai menjadi inspektur upacara dalam acara serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat dari Jenderal Ryamizard Ryacudu kepada Letnan Jenderal Djoko Santoso, Jumat (25/2).

Sutarto menginginkan, masalah pergantian Panglima TNI mengikuti aturan hukum dan UU yang berlaku. "Siapa yang menjadi Panglima, itu adalah Kepala Staf dan mantan Kepala Staf yang masih aktif, kewenangan untuk memilih itu, ada pada Presiden kemudian Presiden menunjuk kemudian minta persetujuan DPR," kata Sutarto.

Sedangkan mengenai nama-nama pengganti dirinya yang muncul di publik, dianggap Endriartono sebagai wacana. "Itu hak semua orang untuk memperbincangkan," kata Sutarto.

Menjawab pertanyaan wartawan, mengenai mutasi jabatan di lingkungan TNI menyusul pergantian Kepala-Kepala Staf, Sutarto mengatakan sedang dalam proses. "(Mutasi setelah Kepala Staf kebawah) baru nanti kita lanjutkan untuk kita proses siapa pengganti-pengganti mereka yang naik jabatan," kata Panglima TNI.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Letnan Jenderal Djoko Santoso, KASAD Baru
Yudhoyono Dinilai Berutang Budi Pada Djoko Santoso
Masih Ada 3.000 Militer Asing di Aceh
Ryamizard: Jangan Jadi Bangsa Pemimpi
Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
Da'i Bachtiar Tolak Penggabungan Polri dan TNI di bawah Dephan
Tentara Diduga Selundupkan Kayu di Papua
Kapolri: TNI dan Polri Tidak akan Disatukan
Presiden Tetapkan Tiga Kepala Staf TNI
Da'i: Perlu Aturan Pelaksana Kerja sama TNI dan Polri
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Pergantian Panglima TNI
Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data