Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Perundingan Dengan GAM Harus DiMove ke Aceh
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 23:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Gubernur Aceh, Azwar Abu Bakar menyatakan bahwa perundingan antara Indonesia
dengan GAM seharusnya dilakukan di Aceh karena yang berkepentingan dengan perdamaian di
Aceh adalah rakyat Aceh sendiri. "Perundingan RI dengan GAM itu bagus sepanjang tidak
memberikan kemerdekaan (pada mereka)," kata Azwar dalam acara Focus Group Dialog Reform
Institute di Jakarta, Kamis (24/2).

Azwar sepakat dengan pertanyaan Yudi Krisnandi, anggota Komisi I DPR yang mempertanyakan
apakah kesediaan pemerintah melakukan dialog dengan GAM karena desakan dari pihak Asing.
"Dipilih Eropa karena pertimbangan lain..tetapi saya melihat ada harapan dia (pihak GAM)
harus di move ke mari (Aceh)," kata Azwar.

Dan memang seharusnya perundingan dengan GAM di luar nmegeri dihindari, "Karena itu
artinya memberikan daya tawar terhadap kelompok separatis karena seharusnya kewibawaan
pemerintah dijaga dan melihat Aceh sebagai bagian dari negara kesatuan. Toh dia (GAM)
tidak mewakili aspirasi keseluruhan komunitas masyarakat Aceh," kata Yudi Krisnandi
menyambung.

Yudi berpandangan bahwa konsesi-konsesi dengan kelompok GAM untuk adanya self governance
dan self determination adalah tindakan yang sangat bodoh untuk negara (Indonesia) yang
punya otoritas sendiri. "Kami DPR sejak awal sangat menentang karena kami menilai tidak
ada menfaatnya bertemu tokoh-tokoh GAM di luar karena justru memperbesar masalah GAM,
di mana masyarakat saat ini tidak berfikir untuk itu," kata Yudi Krisnandi.

Kusnanto Anggoro, dari CSIS memberi komentar bahwa dirinya sependapat dengan proses
rekonsiliasi antara RI dengan GAM tetapi dia meragukan kalau waktu yang tepat adalah saat
ini dimana bencana baru saja menimpa Aceh. "Saya sependapat dengan rekonsiliasi tetapi
apakah dimulai hari ini?" katanya.

Dirinya mempunyai pemikiran bahwa titik tengah untuk memulai bicara dan melakukan
revitalisasi Aceh adalah tahun 2007. Menurutnya 2005 sampai 2007 adalah proses
rekonstruksi fisik sedang 2007 hingga 2017 baru bicara dan menuntaskan proses
revitaslisasi Aceh.

Yang sebenarnya krusial untuk dibicarakan, lanjut Koesnanto, adalah apa yang akan
dilakukan antara 2005 hingga 2007. "Dengan membentuk pemerintah sementara di Aceh dengan
local governance yang disebut dengan perangkat hukum semisal Keputusan Presiden akan
memberikan landasan untuk revitalisasi," katanya.

Agus Supriyanto-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Protes Ikatan dan Pemuda Aceh Jakarta (IMAPA JAYA) menyampaikan petisi damai dengan membawa poster
Protes IMAPA JAYA

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Masih Ada 3.000 Militer Asing di Aceh
Presiden: Otonomi Khusus Solusi Final Konflik Aceh
Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
Warga Lhok Nga Tanam Pohon
Kepala Bappenas: Rekonstruksi Aceh Baru Mulai Juni
Masyarakat Nelayan Enggan Direlokasi
TNI Bantu Rehabilitasi Lhok Nga
RI-GAM Bahas Proposal Otonomi Khusus
Militer Spanyol Bantu Rekonstruksi Aceh
Negara Donor Minta Rencana Detail Rekonstruksi Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Bersemilah Damai di Aceh
Kisah Sedih di Hari Minggu
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 43Thn.2003 Tentang Pengaturan Kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat Dan Jurnalis Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data