Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PDIPP Tolak Kenaikan Harga BBM
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 19:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia- Perjuangan (PDIP) menyatakan sikap politiknya
yang menolak kenaikan harga BBM. Apabila pemerintah tetap melanjutkan kebijakan itu, PDIP
menyatakan tidak bertanggungjawab terhadap konsekuensi politik yang timbul dari kebijakan tersebut.

"PDI P banyak menerima surat dari masyarakat yang menyatakan penolakan terhadap kenaikan
BBM, seharusnya pemerintah memperhatikan aspirasi masyarakat," kata Zaenal Arifin Sekretaris
Fraksi PDIP dalam konferensi pers di gedung MPR/DPR, Kamis (24/2)

Zaenal menyatakan terdapat potensi gejolak politik, apabila pemerintah tidak memperhatikan
aspirasi masyarakat. Menurutnya, apabila terjadi gejolak politik, sikap fraksi dapat
mengarah pada mosi tidak percaya. "Tapi itu melihat perkembangan selanjutnya," katanya.

Menurut penilaian fraksi,terdapat empat poin yang melandasi penolakan kenaikan harga BBM.
Pertama, tidak adanya transparansi perhitungan harga pokok dan jual BBM, dana kompensasi
dinilai tidak akan memberikan manfaat, tidak memenuhi aspek keadilan karena penghasilan
masyarakat tetap dan momentum yang kurang tepat sehinggan menimbulkan inflasi .

Menurut Daniel, anggota PDI lainnya, kenaikan harga BBM yang dilakukan pada saat musim panen akan mengakibatkan
inflasi yang tinggi. "Disaat uang beredar relatif lebih banyak, dan kenaikan diterapkan,
maka dapat menimbulkan inflasi lebih tinggi karena faktor demand pull inflation," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga BBM 1 persen dapat memicu kenaikan inflasi 0,04-0,05. Sehingga
apabila harga BBM naik 30 persen, maka dapat menambah kenaikan inflasi 1,2-1,5 persen.

Yuliawati-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kenaikan BBM Sebelum 15 April 2005
Pemerintah akan Tindak Tegas Penimbun BBM
Pendukung Mega Juga Penentang Hak Prerogatif
Pemerintah Sudah Siap Menaikkan BBM
PDIP Jateng Belum Sepakat Soal Posisi Ketua Harian
Bila Harga BBM Naik, Harga Makanan Terpaksa Naik
Tim Ekonomi Indonesia Bangkit Himbau Pemerintah Tunda Naikan BBM
PDIP Jawa Barat Tetap Dukung Megawati
PDIP Bogor Setuju Formatur Tunggal
DPP PDIP Kumpulkan Tersangka Kasus Korupsi APBD Bali
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
Megawati Sukarnoputri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data