Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Rancangan PP Standar Nasional Pendidikan Diserahkan ke Presiden Hari Ini
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 14:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo, menyatakan akan menyerahkan draf Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan (RPPSNP), hari ini, Kamis (24/2). Pernyataan ini disampaikannya usai pembukaan Indonesia-Australia, Joint Work Goup Meeting di Graha Departemen Pendidikan Nasional lantai 3 Gedung A Kantor Departemen Pendidikan Nasional hari ini.

"Penyusunannya sudah mendekati fase akhir. Hari ini, Insya Allah siap untuk saya usulkan kepada Presiden," ujarnya kepada wartawan. Menurutnya, dengan adanya RPP ini, Indonesia akan memiliki standar jelas untuk mengatur setiap aspek terkait dengan pendidikan. "Semua nanti akan terangkum di dalam payung peraturan pemerintah ini," ujarnya lagi.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat antara Depdiknas dan DPR mengenai RPP ini, terungkap masih terdapat beberapa permasalahan yang belum disepakati, diantaranya, terkait dengan pelaksanaan ujian nasional. Juga tidak ada pemberlakuan sanksi dan pembentukan Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai badan independen yang bertindak membuat, menetapkan dan mengawasi jalannya standar nasional pendidikan nantinya.

Dalam pertemuan tersebut, Soeratal, salah satu Wakil Ketua Komisi X Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah mempertimbangkan segala usulan terakhir DPR dalam pertemuan tersebut. Dalam kesempatan sama, dirinya juga meminta pihak Depdiknas mengundur pengajuan naskah RPP tersebut kepada Presiden yang sebelumnya telah dijadualkan oleh Depdiknas pada 22 Februari lalu. "Jangan terlalu tergesa-gesa, supaya tidak membuat geger ketika sudah diundangkan. Kalau bisa diundur dua, tiga hari lagi untuk mempertimbangkan masukan dan aspirasi masyarakat," ujarnya ketika itu.

Rinaldi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Aksi coret-coret pelajar/ murid SLTP setelah selesai Ebtanas, Jakarta, 7 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/062/2001; 20010704]. Gedung sekolah Assiddiqiyah yang jendelanya rusak, 26 April 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/371/2001; 20010602].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia-Singapura Perluas Kerja Sama Antaruniversitas
Anggaran Pendidikan Kota Solo Hanya 2,5 Persen
Permukaan Sungai Cisadane Mulai Meninggi
Kompetisi Sekolah Lingkungan Resmi Dibuka
22,67 Persen Siswa di Kota Malang Diprediksi Tidak Lulus Ujian Nasional
Depdiknas Bantah Keluarkan Berbagai Versi Draf RUU BHP
Mahasiswa Aceh Barat Resah
Pola Sumbangan Pendidikan Jatim Jadi Model Nasional
Penyelenggara Pendidikan Khawatir RUU Baru
Keluar dari Klub Persita Firman Utina Urung Jadi Pegawai Negeri
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan
Keppres RI No. 18 Tahun 2004 Tentang Pendirian Universitas Khairun
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
PP RI No. 6 Tahun 2004 Tentang Penetapan Universitas Pendidikan Indonesia Sebagai Badan Hukum Milik Negara
> selengkapnya...

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data