|
Nasional
Jaksa Agung: See No Evil, Hear No Evil and Say No Evil
Selasa, 22 Pebruari 2005 | 20:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jaksa Agung Abdurahman Saleh menolak berkomentar soal kelanjutan hubungan instansinya
dengan Komisi Hukum DPR. "Senyuman lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata," ujar Abdurrahman Saleh
saat dicegat wartawan usai bertemu dengan Pansus DPR membahas konflik Poso, di DPR, Selasa
(22/2). Pimpinan DPR kemarin sudah mengirim surat kepada Presiden agar menegur Jaksa Agung
berkait dengan kericuhan yang terjadi sewaktu rapat kerja Kejaksaan dengan Komisi Hukum,
pekan lalu.
Dia kembali menyatakan, "See no evil, hear no evil dan say no evil," katanya sambil
tersenyum. Ketika ditanya terhadap teguran dari presiden, Rahman menjawab, "Tidak ada."
Rapat Pansus konflik Poso antara DPR dan Jaksa Agung, menurut anggota DPR J.E Habibie
berlangsung dengan kooperatif. "Tidak ada macam-macam, Jaksa Agung bekerja dengan
kooperatif. Sebelumnya juga saya katakan kalau diruangan ini orangnya baik-baik," tutur
Habibie.
Yuliawati-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|