Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kompetisi Sekolah Lingkungan Resmi Dibuka
Selasa, 22 Pebruari 2005 | 12:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kompetisi Go Green School (GGS) secara resmi dibuka Selasa (22/2). Program ini terselenggara The Centre for Betterment of Education (CBE), Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI), dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati), yang bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Pendidikan Nasional.

“Kami menyambut baik kerja sama ini, karena soal lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Indra Djati Sidhi, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas saat membuka acara.

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat strategis bagi pendidikan lingkungan. Melalui progranm ini dirinya berharap sekolah dapat menjadi tempat yang menyenangkan.
Kompetisi ini, diperuntukan bagi sekolah setingkat SMA diseluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), baik negeri maupun swasta.

Mekanismenya, masing-masing sekolah mengirim proposal program GGF untuk diterapkan selama tiga tahun di lingkungan sekolahnya. Proses pendidikan dibuka di lingkungan sekolahnya kepada Sekretariat CBE yang bakal mulai dibuka pada 26 Maret mendatang.

Sebanyak empat proposal sekolah terbaik akan mendapatkan dana hibah maksimal Rp 25 juta yang akan digunakan untuk mengimplementasi program GGF. Lama program dirancang selama satu tahun dilingkungannya. Empat sekolah tersebut sekaligus nantinya menjadi model pembelajaraan sekolah hijau.

Indra berharap, agar kegiatan yang nanti disusun masing-masing sekolah lebih menekankan pada sifat-sifat non kognitif. “Jadi benar-benar tekanananya pada prospek. Dilakukan dengan hati dan menjadi menyenangkan bagi anak didik. Guru dituntut mampu ciptakan itu,” ujar Indra.

Disamping itu, menurutnya, adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian integral dalam menumbuhkembangkan sistem pendidikan yang tepat bagi sekolah. “Secara bertahap kita akan menuju ke sana,” katanya lagi.

Rinaldi Dorasman-Tempo


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Aksi coret-coret pelajar/ murid SLTP setelah selesai Ebtanas, Jakarta, 7 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/062/2001; 20010704]. Gedung sekolah Assiddiqiyah yang jendelanya rusak, 26 April 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/371/2001; 20010602].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Empat Departemen Tertibkan Bisnis Militer
Mabes Polri Belum Peroleh Laporan Penyebab Jatuhnya Pesawat
Pesawat Jatuh di Papua, 14 Tewas
22,67 Persen Siswa di Kota Malang Diprediksi Tidak Lulus Ujian Nasional
Depdiknas Bantah Keluarkan Berbagai Versi Draf RUU BHP
Mahasiswa Aceh Barat Resah
Pola Sumbangan Pendidikan Jatim Jadi Model Nasional
Penyelenggara Pendidikan Khawatir RUU Baru
DPR Akan Undang Rektor Bahas RUU PTS
Hasil Investigasi Tak Dapat Dijadikan Barang Bukti
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data