Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Empat Departemen Tertibkan Bisnis Militer
Selasa, 22 Pebruari 2005 | 12:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelompok kerja antardepartemen saat ini masih mengusut keberadaan bisnis militer. "Berapa yang ingin ditangani, tergantung dari temuan di pokja (kelompok kerja)," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, kepada wartawan usai membuka workshop tentang Profesionalisme Kekuatan Keamanan di Hotel Arya Duta Jakarta, Selasa (22/2).

Pokja yang terdiri dari empat departemen yakni, Departemen Keuangan, Departemen BUMN, Departemen Hukum dan HAM serta Departemen Pertahanan dibentuk bukan dalam rangka membubarkan bisnis di bawah institusi TNI. Tim ini bekerja untuk menertibakan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan perusahaan yang pernah dikelola jajaran militer.

Tujuannya, dengan akuntabilitas dan transparansi, target untuk kesejahteraan prajurit akan bisa dipantau dan terukur. "Karena, (sampai saat ini) keuntungan (bisnis militer) masih dinikmati kalangan-kalangan atas," ungkap Juwono.

Dijelaskannya, peran Departemen Keuangan akan bertanggung jawab untuk mengurusi masalah anggaran. Ini mengingat bisnis militer besar kaitannya dengan anggaran negara yang terbatas. Departemen Hukum dan HAM mengurusi masalah pengadaan instrumen hukum. Sedang Departemen BUMN mengurusi masalah pengelolaan unit-unit usaha.

Sementara itu, Departemen Pertahanan akan berbicara masalah strategi kebijakan pengelolaan. "Pak Presiden bilang tolong (bisnis militer) ditertibkan saja," kata Juwono menirukan perintah Preisden Susilo Bambang Yudhoyono.

Agus Supriyanto-Tempo<.B>

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh  dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]



Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]
Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mabes Polri Belum Peroleh Laporan Penyebab Jatuhnya Pesawat
Pesawat Jatuh di Papua, 14 Tewas
Hasil Investigasi Tak Dapat Dijadikan Barang Bukti
Bandara Ahmad Yani Kembali Normal
DPR: Ada Ketidakberesan Dalam Industri Penerbangan
Angin Diduga Gelincirkan Pesawat Mandala
Mandala Air Tergelincir, 92 Penumpang Selamat
Pesawat Latih Bravo Tak Dipakai Lagi
Pilot Pesawat Latih TNI AU yang Jatuh Akhirnya Tewas
Pilot Pesawat Latih Meninggal Dunia
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data