|
Nasional
Depdiknas Bantah Keluarkan Berbagai Versi Draf RUU BHP
Sabtu, 19 Pebruari 2005 | 20:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional membantah pihaknya telah mengeluarkan draf Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) dengan berbagai versi. Mengenai adanya beberapa versi berbeda ini, menjadi keluhan dalam rapat dengar pendapat umum antara komisi X DPR dan empat penyelenggara pendidikan, Rabu sebelumnya (16/2).
"Tidak pernah ada versi yang berbeda, yang kami ajukan nanti tetap satu," ujar Dodi Nandika, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, Sabtu (19/2). Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih menggodok RUU BHP ini.
Sebelumnya, terungkap dalam rapat dengar pendapat umum antara komisi X DPR dan empat penyelenggara pendidikan, diantaranya Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI), Rabu (16/2), tentang versi yang lebih dari satu itu. Menurut Thomas Suyatno, Ketua Umum ABPPTSI, terdapat setidaknya tiga buah versi draf RUU BHP yang beredar di masyarakat. "Semuanya dikeluarkan institusi di bawah Departemen Pendidikan Nasional, masing-masing isinya berbeda," ujarnya kepada Tempo saat itu.
Terhadap keluhan ini, Heri Akhmadi, Ketua Komisi X DPR menyatakan, akan segera meminta pemerintah menetapkan draf Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang akan diuji publik. Hal ini untuk mencegah kebingungan di berbagai kalangan masyarakat terkait dengan adanya beberapa versi draf RUU tersebut.
Sedangkan menurut Dodi Nandika, kemungkinan adanya tanggapan seperti itu disebabkan karena adanya kesalahpahaman. "Memang ada beberapa draf yang berbeda. Tapi perbedaan itu sifatnya sequential, berkembang dari waktu ke waktu dalam pembahasan," ujarnya lagi.
Menurut Dodi, draf RUU BHP yang digodok pemerintah, masih dalam tataran penyempurnaan. Karenanya, menurut dia, berbagai perubahan terus dilakukan yang disesuaikan dengan aspirasi dan masukan dari berbagai kalangan masyarakat dan dewan. "Berbagai perubahan inilah yang mungkin ditanggapi sebagai adanya versi yang beda. Itu salah," ujarnya.
Rinaldi D Gultom
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|