|
Nasional
Presiden Optimis Tanggap Darurat Selesai Tepat Waktu
Sabtu, 19 Pebruari 2005 | 19:24 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Setelah menyambangi beberapa lokasi pelaksanaan program tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Propinsi NAD, sore ini (19/2) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak ke Medan, Sumatera Utara. Dijadualkan, esok hari (20/2), SBY bertemu bekas Presiden AS Bill Clinton dan George Bush di Medan.
Menurut SBY, kedatangan Clinton ke Indonesia adalah sebagai wakil utusan Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengunjungi negara-negara korban tsunami. "Keduanya akan mengoordinir bantuan swasta internasional untuk negara-negara korban tsunami," kata Presiden kepada wartawan di pendopo gubernuran Nanggroe Aceh Darussalam.
Kunjungan SBY hari ini, merupakan kedatangannya yang ke-6 sejak Aceh dihantam bencana alam. Adapun tujuan kunjungan Presiden adalah untuk mengecek langsung kemajuan di lapangan kegiatan tanggap darurat yang diteargetkan berakhir 26 Maret mendatang. Untuk itu SBY mendatangi beerapa lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Usai mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, SBY bersama istri yang disambut wakil Gubernur Azwar Abubakar dan jajaran Muspida NAD, langsung mendatangi lokasi relokasi hunian sementara pengungsi di Lambaro Siron. "Tempat ini lebih baik, daripada di lokasi pengungsian, dengan fasilitas yang lebih baik," kata SBY.
Dari sini, rombongan bergerak menuju SMP 3 darurat di Kecamatan Ingin Jaya untuk melihat langsung bagaimana persoalan pendidikan dilaksanakan selama keadaan darurat. "Meskipun serba sementara, proses pendidikan tidak terhenti sehingga tidak merugikan kualitas generasi muda," ujar SBY.
Dari Kecamatan Ingin Jaya, SBY bergerak menuju Lhok Nga di Aceh Besar menyaksikan kemajuan salah satu titik dalam upaya menyambung jaring jalan darat antara Banda Aceh - Meulaboh yang putus akibat tsunami. Lokasi yang ditinjau adalah jembatan Bailley di Lhok Nga yang dibangun pasukan TNI lewat program Tentara Mengabdi Membangun Desa (TMMD) Tanggap Darurat. Presiden di sini, sempat mendengar pemaparan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Ryamizard Ryacudu yang didampingi KSAD baru Letjen Djoko Santoso.
Menjelang makan siang, rombongan bergegas menuju pendopo gubernuran NAD. Di lokasi tersebut, SBY sudah dinanti para bupati dan walikota se-NAD. "Saya memberi beberapa petunjuk agar semua pihak mengupayakan yang terbaik dalam tanggap darurat, juga nanti dalam rehabilitasi dan rekonstruksi," kata SBY.
Presiden juga memberitahukan cetak biru rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh akan selesai akhir Maret.
Setelah berkeliling inilah, SBY sampai pada kesimpulan, "Saya optimis tanggap darurat yang kita targetkan itu bisa selesai akhir Maret, the real emergency akan selesai, maka dengan demikian kita akan memasuki tahapan rehabilitasi sesuai time line," kata Presiden.
Evaluasi terhadap pelaksanaan tanggap darurat ini, menurut SBY, dilaksanakan tiap bulan. Dari evaluasi inilah, dapat diketahui kemajuan dan kekuarangan pelaksanaan program.
Sedangkan rehabilitasi dan rekonstruksi, menurut SBY, dilaksanakan segera setelah tanggap darurat selesai. "Meskipun rekonstruksi dalam skala yang lebih besar, kami agendakan mulai bulan Juli mendatang," kata SBY. "Tapi harus disiapkan kebutuhan dana awal, dari pos mana, bagaimana proses pencairannya agar segera bisa dilaksanakan, agar proses rekonstruksi tidak perlu menunggu terlalu lama," kata SBY.
Dalam rekonstruksi nanti, menurut Presiden, tidak hanya menggarap soal fisik tapi juga nonfisik, termasuk aspek hukum, hak sipil dan hal-hal lain yang bersifat hak perdata orang per orang. Menurut SBY di negara manapun di dunia soal rekonstruksi nonfisik ini merupakan persoalan yang paling kompleks, paling pelik. "Tapi kita akan masuk kesana, termasuk menghitung kembali dan bagaimana negara bisa membantu kehilangan hak-hak sipil tersebut," kata SBY.
Selepas menjumpai wartawan di pendopo, SBY mengunjungi lokasi kuburan massal korban tsunami di Lambaro. Di areal seluas 2,5 hektare inilah dimakamkan 46.827 jenazah asal Banda Aceh dan Aceh Besar. Di Kabupaten Aceh Besar sendiri, selain di Lambaro terdapat 8 lokasi kuburan massal lainnya. Di kuburan massal Lambaro ini, SBY sempat berdoa sebelum bertolak ke bandara dan terbang menuju Medan.
Agus Hidayat
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|